Bab 56

1630 Words
34 Hari Sebelum Persidangan Feli melangkahkan kakinya dengan gontai. Dia tahu kalau dirinya tidak boleh terlihat seberantakan ini. Biasanya Feli sangat jarang menggunakan riasan yang terlalu tebal untuk kesehariannya, tapi kali ini Feli harus melakukan hal yang sebaliknya untuk bisa menutupi wajahnya yang pucat dan kantung matanya yang tebal. Feli sama sekali tidak tidur semalaman karena satu-satunya hal yang bisa dia lakukan adalah terus menangis dengan suara pelan. Feli sama sekali tidak bisa melakukan hal lain selain menangisi keadaan yang ada di depan matanya. Semuanya kacau.. semuanya benar-benar sangat kacau.. Feli sama sekali tidak menyangka kalau dia harus merasakan hal segila ini. Tidak, Feli sama sekali tidak menyangka kalau hal seperti ini akan terjadi di dalam hidupnya. Benar, sekalipun Feli tidak pernah memperkirakan kalau akan ada hal seburuk ini, Feli tetap harus menguatkan dirinya sendiri. Setelah ini bukan hanya dia saja yang akan hancur dan terluka.. semua orang akan hancur dengan kenyataan yang akan Feli katakan. Tapi, untuk sementara waktu ini Feli ingin tetap diam, Feli ingin menikmati waktu bersama dengan Ken sebelum adanya kehancuran yang luar biasa, sesuatu yang pastinya akan mengguncang kehidupan mereka semua. Iya, bukan hanya Feli saja yang akan hancur dengan kenyataan gila ini. Dua keluarga besar yang sangat terkenal ini juga akan hancur. Mereka akan hancur dengan cara yang paling menyakitkan. Feli kembali mengusap matanya sendiri. Air matanya harus berhenti mengalir, setidaknya untuk hari ini saja. Feli akan kembali menangis ketika malam hari, tapi untuk beberapa jam kedepan Feli harus menahan dirinya sendiri. Feli tidak mungkin datang dan menghadapi teman-temannya dengan keadaan yang seperti ini. Mereka semua akan khawatir dengan keadaan Feli. Feli akhirnya menghembuskan napasnya dengan pelan. Hari ini Feli sudah berusaha sebaik mungkin untuk memberikan riasan yang tebal pada wajahnya agar tidak ada yang tahu kalau sekarang Feli sedang sangat pucat. Iya, keadaan ini memang sangat mengguncang Feli. Dengan semua persiapan yang sudah Feli lakukan sejak tadi pagi, sepertinya Feli sudah siapa untuk menghadapi hari ini. Iya, untuk menghadapi kenyataan yang sama sekali tidak pernah terlintas di pikirannya. Feli tidak akan sanggup melewati semua ini. Tidak, Feli tidak akan sanggup. Apapun yang Feli lakukan, Feli tetap tidak akan sanggup melewati badai besar yang akan menghancurkan dirinya. *** “Apakah kamu baik-baik saja, Feli?” Tanya Sagara yang sedang duduk di sampingnya. Feli menatap pantulan wajahnya di layar ponselnya, sepertinya tidak ada yang salah dengan riasan yang Feli pakai. Riasan itu masih menutupi wajah Feli sekalipun memang sudah sejak tadi pagi dia menggunakan riasan ini. Feli berusaha sebaik mungkin agar riasan ini tidak akan luntur bahkan sampai nanti malam. Entahlah, sepertinya Feli memang harus menemui Ken nanti sore. “Tidak ada yang aneh dengan wajahmu, kamu sangat cantik dengan riasan itu. Aku hanya sedang menanyakan keadaanmu tapi kamu malah berlaku layaknya masih sedang menyembunyikan sesuatu. Jadi.. apakah kamu baik-baik saja?” Tanya Sagara. Feli menatap pria itu dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan lagi. Feli pikir Sagara melihat bagaimana keadaan wajah Feli yang menyedihkan karena dia menangis semalaman. Astaga, tidak.. Feli sudah berusaha keras untuk menutupi wajahnya dengan riasan yang cukup tebal. Harusnya tidak akan yang memperhatikan keadaan Feli yang sebenarnya. “Tentu saja aku baik-baik saja. Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Tanya Feli balik. Wanita itu juga mencoba untuk tertawa pelan agar tidak terlihat gugup dan cemas. Feli menghembuskan napasnya dengan pelan. Kalau nanti ada hal buruk yang akan terjadi, apa yang bisa Feli lakukan? Kalau pada akhirnya Feli tidak bisa bersama dengan Ken, apa yang bisa Feli lakukan? Bunuh diri seperti yang dilakukan oleh ibunya? Feli tahu kalau dia tidak segila itu hingga berani melakukan sesuatu yang sama sekali tidak berguna seperti itu, tapi Feli juga sadar dengan keadaannya sendiri yang benar-benar sangat menyedihkan. Feli mengerti kalau dirinya bisa saja melakukan hal bodoh yang sebenarnya sama sekali tidak membantunya untuk keluar dari masalah ini. Iya, Feli sadar dengan keadaan mentalnya sekarang. Semuanya terjadi di hari yang sama, Feli mengetahui satu rahasia besar yang benar-benar tidak pernah Feli perkirakan sebelumnya. Iya, dua kejadian menyakitkan yang harus Feli lihat dengan matanya sendiri. Kejadian yang langsung membuat Feli merasa kalau dia tidak akan bisa hidup bahagia bersama dengan Ken. Tidak, jalan mereka memang akan segera tertutup setelah ini.. “Hei, Feli.. apa ada denganmu? Kamu selalu merenung sendirian sejak tadi. Bisakah kamu mengatakan ada apa sebenarnya?” Tanya Sagara. Feli mencoba untuk tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dengan pelan. Ini masalah yang sangat besar, Feli tidak bisa mengatakan masalah ini pada orang lain. Iya, Feli harus menyimpannya seorang diri padahal pada kenyataannya Feli sama sekali tidak sanggup kalau dia harus terus menyimpan ini semua sendirian. Setidaknya Feli sangat membutuhkan Ken saat ini.. Feli sangat membutuhkan pria itu.. “Tidak ada masalah apapun. Aku hanya sedikit mengantuk karena semalam aku lebih memilih untuk menonton film dibandingkan dengan tidur..” Feli masih mencoba untuk meyakinkan Sagara jika dirinya baik-baik saja. Mungkin Sagara memang curiga dengan sikap Feli hari ini. sebenarnya Feli sendiri juga sadar kalau dia memang jauh lebih pendiam dibanding dengan biasanya. Feli tidak bisa menahan dirinya, dia memang merasa tidak sanggup kalau harus berada di tempat ini lebih lama lagi. Feli ingin pulang dan kembali menangis di dalam kamarnya. Tapi Feli juga sangat sadar dengan keadaannya saat ini. Feli tidak bisa pulang begitu saja dan meninggalkan teman-temannya di sini sendirian. Tidak, Feli sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. “Kamu melakukan hal yang tidak berguna, Feli. Bukankah kamu masih bisa menonton film ketika siang? Malam hari adalah waktu untuk tidur dan istirahat..” Kata Sagara sambil tersenyum. Feli ikut tersenyum ketika melihat senyuman tulus di mata pria itu. Iya, senyuman yang tulus hanya bisa dilihat dari tatapan mata orang itu. Feli sangat tahu kalau sejak dulu Sagara adalah seorang pria yang sangat baik. Feli sangat beruntung karena dia memiliki Sagara sebagai temannya. “Iya, aku akan melakukannya lain kali..” Kata Feli dengan tenang. Band ini hancur karena Feli akan menikah dengan Ken. Feli membuat keputusan besar untuk meninggalkan band ini karena dia ingin fokus dengan kehidupan rumah tangganya, sekarang.. kalau ada kemungkinan buruk terjadi, kalau Feli dan Ken tidak jadi menikah, apakah band ini akan tetap hancur? Ya Tuhan, Feli sama sekali tidak sanggup kalau harus melihat segala hal hancur dalam waktu yang sama. Tidak, Feli tidak akan sanggup merasakan semua itu. “Kamu terlihat sangat berbeda hari ini. Kamu mungkin sedang banyak pikiran karena pernikahanmu akan segera dilangsungkan beberapa minggu lagi. Begini saja, nanti malam aku akan melakukan perjalanan menuju ke rumah salah satu kerabatku. Di sana ada banyak sekali pantai yang indah, bagaimana kalau ikut bersamaku? Jangan khawatir, Tristan dan Tarisha juga akan ikut dengan kita..” Kata Sagara. Feli tersenyum ketika mendengar tawaran Sagara. Andai saja Feli tidak sedang dalam masalah ini, sudah pasti Feli akan langsung setuju dengan tawaran Sagara. Masalahnya, Feli tidak akan bisa bepergian dengan tenang karena dia memiliki satu masalah besar yang tidak akan pernah bisa selesai dengan cara yang mudah. Feli harus menyiapkan dirinya untuk semua kemungkinan buruk ini. Feli harus mulai mempersiapkan hatinya untuk menerima segala hal yang mungkin saja akan terjadi. “Andai saja aku bisa, aku pasti akan ikut dengan kalian. Mungkin lain kali kita bisa pergi ke sana bersama-sama..” Kata Feli sambil tetap tersenyum. “Iya, aku tahu kalau kamu memang sedang sangat sibuk belakangan ini. Bagaimana dengan persiapan pernikahanmu?” Tanya Sagara. Persiapan pernikahan? Jujur saja semua persiapan itu sudah hampir selesai bahkan sebelum Feli melakukan tour dengan band ini. Feli dan Ken sudah mempersiapkan segalanya dari jauh-jauh hari. Tapi apa boleh buat? Feli sendiri belum yakin dengan apa yang akan terjadi nanti.. “Doakan saja yang terbaik untukku dan juga untuk Ken..” Kata Feli sambil tetap tersenyum. “Kalau kamu membutuhkan bantuan apapun, kamu bisa menghubungi aku dan Tristan. Kami akan membantumu dengan senang hati..” Kata Sagara sambil tersenyum dengan tulus. Feli tahu kalau dirinya memang sangat beruntung karena bisa memiliki teman yang sangat baik dan juga tulus dalam menyayangi dirinya. Feli tidak akan pernah melupakan semua ini, iya.. semua orang yang ada di band ini memang tidak akan pernah bisa Feli lupakan begitu saja. Ada banyak hal menyenangkan dan menyedihkan yang Feli dapatkan selama dia berada di band ini. “Terima kasih karena telah menjadi temanku, Sagara..” Kata Feli sambil tersenyum. Feli mendekatkan tubuhnya lalu memeluk Sagara sekilas. Bagaimanapun caranya nanti, apapun yang terjadi Feli akan tetap berusaha untuk menjaga hubungannya dengan semua teman-teman yang dia kenal di band ini. Mereka adalah bagian dari perjalanan hidup Feli. Mereka adalah tim yang luar biasanya, yang membuat Feli bisa sampai seperti sekarang. Feli sangat beruntung karena dia bisa menemukan banyak orang yang begitu peduli padanya, yang menyayanginya seperti keluarga. Iya, band ini tidak akan pernah bisa Feli lupakan sampai kapanpun. “Terima kasih karena sudah lahir di bumi dan membuat semua orang bahagia..” Kata Sagara sambil tetap tersenyum. Sagara adalah seorang pria yang sangat baik. Dia selalu memperlakukan Feli dengan sangat baik. Tristan memang sudah menemukan seseorang yang tepat untuk dirinya, iya.. dia adalah Tarisha. Sejak dulu Feli merasa kalau Tarisha bukan hanya sekedar seorang kekasih saja untuk Tristan, wanita itu adalah segalanya bagi Tristan. Feli selalu merasa bahagia karena temannya itu tidak lagi sendirian. Setidaknya dia memiliki seorang wanita yang akan selalu ada di sampingnya dalam keadaan apapun. Tapi untuk Sagara dan Yuda, Feli masih belum menemukan orang yang nantinya akan selalu menemani mereka berdua. Iya, selama ini Feli memang menantikan kebahagiaan itu. Feli menantikan ketika Sagara dan Yuda akhirnya juga menemukan seseorang yang bisa mereka cintai dan juga mencintai mereka dengan cara yang paling luar biasanya. Tidak masalah, sekalipun tidak sekarang. Feli yakin kalau nanti Yuda dan Sagara pasti akan segera menemukan orang yang tepat. Seseorang yang akan selalu ada di samping mereka berdua dalam keadaan apapun. Feli berharap kalau mereka semua akan berakhir bahagia. Iya, mereka semua, termasuk juga Feli di dalamnya.     
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD