35 Hari Sebelum Persidangan
Feli menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Ini memang sudah cukup malam, tapi Feli harap kalau Kakaknya belum tidur karena hari ini Feli ingin datang untuk mengunjungi Kakaknya itu.
Kemarin Feli tidak bisa bertemu dengan Kakaknya karena ketika Feli datang ke kantor, sepertinya Kakaknya belum datang. Tapi ketika Feli kembali lagi ke kantor untuk menjemput Ken, Kakaknya ternyata sudah pulang lebih dulu.
Baiklah, sepertinya Feli memang harus datang ke apartemen Kakaknya saja hari ini.
“Kamu akan pulang, Feli? Apakah dijemput oleh Ken atau Kakakmu?” Tanya Tristan yang sedang berjalan di samping Feli.
Feli tersenyum lalu menggelengkan kepalanya dengan pelan. Sayang sekali, hari ini Ken sepertinya juga sedang sibuk. Feli tidak ingin memberi tahu pada pria itu kalau Feli harus pulang selarut ini karena begitu Ken tahu, sekalipun pria itu sedang tidur, dia akan memilih bangun lalu menjemput Feli saat ini juga.
“Aku membawa mobilku sendiri.. aku akan pulang sendiri..” Kata Feli sambil tetap tersenyum.
“Kamu mengemudi sendirian saat malam seperti ini? Apakah kamu ingin aku antar saja?” Tanya Tristan.
Feli kembali menggelengkan kepalanya dengan pelan. Kenapa semua orang selalu saja khawatir kalau Feli mengemudikan mobilnya sendiri? Feli mendapatkan surat izin mengemudi, bukankah itu artinya Feli bisa mengemudi dengan baik? Kenapa semua orang tampak meragukan dirinya seperti ini?
“Tidak perlu. Rumah kita berlawanan arah, jangan menyulitkan dirimu sendiri..” Kata Feli sambil tertawa pelan.
“Aku akan mengikutimu dari belakang saja kalau begitu..” Kata Tristan.
Feli kembali menggelengkan kepalanya dengan pelan. Tristan memang sering melakukan hal-hal yang tidak penting untuk dilakukan. Feli bisa pulang sendiri, Feli tidak takut kalau harus mengemudikan mobilnya sendiri. Tristan mengkhawatirkan hal yang tidak penting..
“Tidak perlu, aku akan ke apartemen Kakakku. Jaraknya lebih dekat dibanding ke rumahku, aku akan baik-baik saja..” Kata Feli sambil tetap tersenyum.
“Hubungi aku kalau ada sesuatu, Feli. Aku memang tidak berharap kamu akan menghubungi aku karena aku tidak berharap kalau ada hal buruk yang terjadi padamu. Tapi berjanjilah untuk menghubungiku kalau memang ada hal buruk yang terjadi..”
Feli menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Orang-orang memang terlalu mengkhawatirkan Feli dalam hal apapun. Iya, sekalipun kadang memang sedikit menjengkelkan, tapi Feli tetap senang dengan semua perhatian yang mereka berikan. Itu artinya semua orang memang peduli pada Feli.
***
“Bagaimana kabarmu, Feli? Aku dengar hari ini kamu sibuk di studiomu..”
Feli sama sekali tidak menyangka kalau dia akan bertemu dengan Rosaline ketika Feli sedang mengunjungi Farel di apartemennya.
Jujur saja, di saat pertama dia menatap Rosaline, Feli merasa kalau ada sesuatu yang disembunyikan oleh wanita itu.
Feli mencoba tersenyum dan bersikap biasa saja karena seharusnya memang seperti itulah Feli bersikap.
Feli melirik rambut Rosaline yang terurai dan meneteskan air karena sepertinya wanita itu baru saja keramas.
Feli mengernyitkan dahinya, meskipun begitu Feli mencoba untuk tidak memikirkan satupun hal buruk yang tiba-tiba timbul di dalam kepalanya.
“Aku baik-baik saja.. Aku mencari Kakakku sejak kemarin, dia jadi sangat sibuk belakangan ini.. Dimana Kak Farel?”
Entah kenapa Feli merasa kalau mereka berdua jadi canggung ketika sedang berbicara.
Iya, keadaan ini membuat mereka berdua sama-sama bingung dengan apa yang harus dikatakan dan dilakukan.
Feli menghembuskan napasnya dengan pelan. Ini adalah Rosaline, wanita itu memang berteman dekat dengan Kakaknya. Seharusnya bukan hal yang aneh kalau Feli bertemu dengan wanita itu di sini. Tapi masalahnya, keadaan ini terasa sangat janggal. Kenapa Rosaline harus datang ke sini dengan rambut basah seakan dia baru saja selesai mandi? Tidak ada orang yang bertamu dengan keadaan seperti itu.
“Dia.. sepertinya sedang mandi. Tunggulah dulu di sini. Apakah kamu ingin minum sesuatu? Aku juga belum dibuatkan minuman apapun oleh Farel, aku sangat haus sekarang..” Kata Rosaline sambil menatap Feli.
Feli semakin merasa salah tingkah sekarang.
Ah, seharusnya Feli merasa biasa saja dengan semua ini. Mereka berempat, maksud Feli adalah Ken, Farel, Rosaline, dan dirinya sendiri, mereka memang sudah lama saling mengenal dekat seperti ini. Bukan hal yang aneh kalau mereka membuat makanan atau minuman sendiri di rumah salah satu dari mereka. Feli juga sering datang ke rumah Ken dan langsung menuju ke dapur untuk memasak atau membuatkan Ken minuman. Iya, itu adalah hal yang sangat biasa untuk dilakukan apalagi status Feli adalah kekasih Ken. Tapi dalam situasi ini, bukankah seharusnya Feli yang menawarkan minuman pada Rosaline?
“Feli?” Tanya Rosaline.
Feli mengerjapkan matanya sebentar. Baiklah, semua pikiran yang ada di dalam kepalanya memang sangat mengganggu konsentrasinya saat ini.
Ini sudah sangat malam karena seharian ini Feli menghabiskan waktu di studio tanpa bisa melakukan apapun. Feli bahkan tidak memiliki waktu untuk menghubungi Ken sejak sore tadi. Iya, hal terakhir yang Feli lakukan adalah mengirimkan chat pada Ken dan pria itu juga sudah menjawabnya. Tapi hingga malam ini, dia masih belum menghubungi Ken lagi. Feli langsung datang ke apartemen Kakaknya karena memang Feli ingin menanyakan bagaimana kabar Kakaknya itu.
Ya, begitulah keadaannya.. kesibukan mereka memang membuat semuanya jadi sedikit kacau.
“Tidak perlu, Kak. Aku tidak haus..” Kata Feli dengan pelan.
Rosaline menganggukkan kepalanya lalu berjalan menuju ke dapur beberapa detik kemudian.
Feli benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Ini sudah lebih dari pukul 11 malam. Apa yang dilakukan oleh Rosaline sehingga dia masih ada di sini dengan rambutnya yang masih basah? Sesibuk apa wanita itu hingga dia baru bisa mandi ketika sudah malam? Lalu Kakaknya, dimana Kakaknya itu? Kenapa dia juga masih mandi padahal ini sudah hampir tengah malam?
Feli mengeluarkan ponselnya lalu mencari kontak Ken. Sungguh, sebenarnya Feli sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini. Bukankah Feli memiliki hak untuk menghubungi Ken? Feli merasa tidak tenang.. seperti ada sesuatu yang.. entahlah, Feli sendiri tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaannya saat ini.
“Feli? Kamu ada di sini?”
Feli langsung mengangkat kepalanya begitu dia mendengar suara Kakaknya.
Feli semakin merasa tidak tenang ketika Kakaknya datang dengan rambut yang terlihat basah juga. Iya, Kakaknya memang baru saja mandi sehingga bukan hal yang aneh kalau pria itu datang dengan rambut yang masih basah.
“Apakah—”
“Iya, aku sudah bertemu dengan Kak Rosaline..” Kata Feli dengan tenang.
Feli melirik ke arah ponselnya, sudah ada nama Ken yang tertera di layar ponselnya. Hanya dengan satu kali panggilan, Feli yakin kalau Ken akan langsung menjawabnya.
Feli kembali menghembuskan napasnya dengan pelan, ini sama sekali tidak benar. Ada perasaan buruk yang tidak bisa dijelaskan oleh Feli.
Entahlah, Feli harap kalau dia memang hanya salah sangka saja..
“Oh, dimana dia sekarang?” Tanya Farel dengan tenang.
“Aku sedang membuat minuman. Feli, aku membuat coklat hangat untukmu, cuaca di luar sepertinya sedang dingin, kamu akan merasa lebih baik kalau minum coklat hangat ini..” Kata Rosaline sambil meletakkan tiga gelas coklat hangat di meja yang ada di depan Feli.
Kalau diperkirakan dari waktu yang dibutuhkan Rosaline untuk membuat tiga gelas coklat hangat, sepertinya ini terlalu cepat apalagi seharusnya Rosaline masih mencoba mencari tahu dimanakan letak coklat hangat ataupun letak cangkir dan sendok. Wanita itu membuat tiga gelas coklat hangat hanya dalam waktu kurang dari satu menit, itu adalah hal yang harusnya dilakukan oleh orang yang sudah sangat hafal dengan letak seluruh benda yang dia butuhkan di dapur ini.
Feli meneguk ludahnya sendiri.. ini sama sekali tidak benar. Bukankah tidak salah kalau Feli mencurigai mereka berdua?
Sekarang Feli memang tidak bisa langsung mengatakan sesuatu yang sejak tadi terus mengganggu hatinya, iya.. Feli jelas tidak bisa mengatakan semua itu secara langsung apalagi ini juga hanya dugaan dan juga perasangka buruk Feli saja..
“Aku tidak minum coklat ketika malam hari. Ini sudah terlalu malam untuk meminum sesuatu yang berat..” Kata Feli sambil melirik jam yang terletak di sudut ruangan.
Sejujurnya Feli sudah tahu kalau sekarang pukul 11 malam. Feli melihat jam dinding itu hanya dengan alasan.. alasan.. entahlah, Feli sendiri juga tidak mengerti dengan apa yang dia lakukan saat ini.
Feli ingin menjelaskan sesuatu, tapi dia sendiri merasa tidak bisa mengatakan apapun.
“Kalau kamu berada di sini ketika malam-malam begini, bukankah itu artinya ada sesuatu yang penting?” Tanya Farel sambil menatap Feli.
Feli mencoba untuk tersenyum, tapi dia sama sekali tidak bisa melakukan semua itu. Feli tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.. sungguh, Feli sangat tidak mengerti dengan semua ini..
“Benar, ini memang sudah sangat malam.. Aku baru saja pulang dari studio saat ini. Karena ini sudah terlalu malam, bisakah aku mendapatkan alasan kenapa Kak Rosaline ada di sini dengan rambutnya yang masih basah?” Tanya Feli dengan tenang.
Tidak, Feli tidak bisa menahan dirinya lagi. Feli perlu mendapatkan kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Iya, Feli ingin tahu apa yang sedang disembunyikan oleh dua orang yang sedang menatapnya dengan wajah pucat pasi.
Apa yang akan mereka katakan saat ini, Feli yakin kalau dia tidak akan baik-baik saja setelah mendengarnya..
“Kak, bisakah katakan padaku apa yang sedang terjadi saat ini?” Tanya Feli dengan tenang.
Iya, Feli memang masih mencoba untuk tenang sekalipun sekarang dia bisa merasakan kalau jantungnya berdetak dengan sangat kencang. Feli tidak mengerti dengan semua ini, tapi Feli akan mencoba mengerti dengan apa yang akan dikatakan oleh Kakaknya.
Feli harus mempersiapkan hatinya apalagi ketika dia mendengar suara tangisan Rosaline.
Feli menelan ludahnya sendiri. Malam ini akan menjadi malam yang suram untuk kehidupannya. Mungkin juga untuk kehidupan Ken, Rosaline dan Farel.
***
Feli menghentikan langkah kakinya ketika dia memasuki satu ruangan di dalam rumahnya.
Iya, penjelasan yang diberikan oleh Farel dan Rosaline memang cukup mengguncang keadaan Feli tapi sungguh, apa yang dia lihat di depannya ini terasa jauh lebih sulit untuk dipercaya.
Apa lagi yang harus terjadi sekarang?
Kenapa semua orang bersekongkol untuk menjatuhkan hati Feli?
Bersama dengan kejadian singkat yang dia lihat di depan matanya sendiri, bersama dengan itu juga Feli menetekkan air matanya. Semua ini sangat sulit untuk bisa dipercaya..
Apa yang bisa Feli lakukan sekarang saat.. saat semua hal gila ini harus terjadi di hari yang sama? Apa yang bisa Feli lakukan?
Di dalam rumahnya sendiri, di dalam rumah yang sudah dia tinggali sejak dia masih kecil, sejak ibunya masih hidup, kenapa di rumah ini juga Feli harus mendapatkan satu kehancuran yang sama sekali tidak bisa dia percaya?
Kenapa semua ini harus terjadi?
Akhirnya, dengan langkah yang gemetar dan air mata yang tidak bisa berhenti mengalir, Feli memilih untuk tidak jadi masuk ke dalam ruangan itu.
Biarlah malam ini Feli berpura-pura kalau dia tidak pernah melihat satu kejadian menyakitkan itu..