Bab 64

1879 Words
34 Hari Sebelum Persidangan Ken menatap jam dinding yang ternyata bergerak dengan sangat cepat. Ken sama sekali tidak mengira kalau sekarang sudah lebih dari pukul 5 sore. Beberapa pekerja yang ada di kantor ini sudah pulang karena memang jam pulang sudah berlangsung sejak satu jam yang lalu. Ken menghembuskan napasnya dengan pelan karena dia masih memiliki banyak sekali pekerjaan sekarang ini. Bagaimana caranya menyelesaikan semua ini dengan cepat karena jujur saja sekarang Ken merasa kalau harusnya dia mengantarkan Feli dan Caleb bukannya malah menenggelamkan dirinya di dalam tumpukan pekerjaan ini. Ken tidak seharusnya meninggalkan Feli sendirian seperti ini. Mau bagaimana lagi? Ken memiliki banyak sekali pekerjaan bahkan dia baru saja menyelesaikan rapat penting yang dia lakukan bersama dengan tim yang selalu membantunya dalam menyelesaikan satu demi satu kasus yang datang kepada Ken. Sekarang Ken masih memiliki beberapa menit lagi sebelum dia harus menemui seseorang penting lainnya yang sudah membuat janji temu dengan Ken sejak tadi pagi. Ken sebenarnya cukup bingung kenapa ayahnya Feli menganjaknya bertemu di tempat yang cukup jauh dari daerah sini. Sudahlah, itu sama sekali bukan hal yang terlalu penting. Perjalanan ke sana membutuhkan waktu sekitar satu jam, Ken masih memiliki beberapa menit yang mungkin bisa dia gunakan untuk menelepon Feli yang sekarang sepertinya sedang menunggu Caleb di kelas seni. Ken sebenarnya tidak tega karena membiarkan Feli pergi sendirian, tapi mau bagaimana lagi? Kalau tidak ada wanita itu, sekarang Ken pasti mengalami banyak kesulitan karena dia tidak bisa menjemput Caleb. Iya, Ken mungkin akan meminta Kakaknya untuk tidak perlu datang ke kelas seni dulu hari ini karena memang Ken sangat sibuk dengan pekerjaannya. Baiklah, di tengah kesibukan yang sedang Ken jalani, sepertinya tidak masalah kalau sekarang Ken menghubungi Feli lebih dulu. “Ya, Ken?” Seakan tahu kalau Ken akan menghubunginya, Feli langsung mengangkat panggilan itu pada dering pertama. Ken langsung tersenyum ketika dia mendengar suara Feli. Sekalipun Ken tahu kalau Feli sedang menyembunyikan sesuatu dari dirinya, Ken berharap kalau wanita itu tetap baik-baik saja. Ken memang sangat sibuk sehingga dia tidak bisa selalu memperhatikan Feli, tapi Ken berharap kalau Feli akan tetap baik-baik saja. Apapun masalah yang dihadapi oleh wanita itu, Ken harap semuanya akan segera selesai. Ken memang merasa bersalah karena dia tidak bisa selalu ada untuk Feli. Semua kesibukan ini membuat Ken sama sekali tidak memiliki waktu untuk terus berada di sisi Feli, tapi berjanji kalau setelah ini Ken tidak akan melakukan hal yang sama. Ken akan selalu meluangkan banyak waktunya untuk tetap bersama dengan Feli, menghabiskan sisa umur mereka bersama dan selalu tersenyum setiap hari. Mereka akan selalu bahagia dan berusaha untuk membagi setiap masalah yang mereka hadapi. “Ken? Apakah kamu mendengarku?” Ken sampai lupa kalau sekarang dia sedang menghubungi Feli. “Iya, aku di sini. Apa yang sedang kamu lakukan sekarang?” Tanya Ken. Ken sebenarnya juga sudah tahu kalau sekarang Feli sedang ada di kelas seni yang diikuti oleh Caleb. Ken sangat beruntung karena dia memiliki wanita seperti Feli. Feli sangat peduli dengan segala hal yang ada di kehidupan Ken. Wanita itu bukan hanya mencintainya saja, dia juga mencintai semua orang yang ada di kehidupan Ken. Feli menjadi seorang sahabat untuk Caleb dan menjadi adik perempuan untuk Rosaline. Feli juga selalu memperlakukan ibunya dengan sangat baik seakan wanita itu sedang memperlakukan ibunya sendiri. Semua orang yang ada di sekitar Feli memang akan sangat beruntung karena mereka bisa mendapatkan banyak cinta dan juga kasih sayang yang dimiliki oleh Feli. “Aku sedang menemani Kak Caleb melukis. Dia sangat ahli dalam bidang seni. Aku jadi penasaran, apakah kamu mewarisi bakatnya juga?” Ken tertawa pelan. Bakat untuk melukis? Astaga, Feli bertanya pada orang yang salah. Selama ini Ken memang tidak pernah memiliki waktu untuk mencoba hal-hal baru yang sepertinya menarik untuk dilakukan. Sejak kecil, bersama dengan Rosaline dan Farel, Ken selalu sibuk mempelajari segala hal yang berhubungan dengan hukum. Ken sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan hukum, tapi karena semua orang yang ada di sekitarnya terus mendorongnya untuk mempelajari hal itu, akhirnya Ken melakukan apa yang mereka inginkan. Ya, lagi pulan Ken juga sudah terbiasa melihat Kakaknya membaca buku tebal yang isinya adalah pengetahuan yang berhubungan dengan hukum. Iya, Ken mulai mempelajari hukum sejak dia berusia 10 tahun. Sejak kecil Ken tidak seperti Caleb yang memiliki banyak waktu luang sehingga dia bisa mengasah bakatnya untuk melukis. Sekedar informasi saja, tulisan tangan Ken sangat jelek, mana mungkin dia bisa melukis ketika tulisan tangannya saja seperti cakaran ayam? “Aku sama sekali tidak bisa menggambar ataupun melukis. Aku tidak pernah bisa membuat lingkaran dengan sempurna..” Kata Ken dengan pelan. Ken mendengar jika Feli tertawa di ujung sana. Suara tawa Feli selalu membuat semua orang yang mendengarnya merasa sangat tenang. Feli adalah manusia yang diciptakan untuk membawa ketenangan bagi orang lain. Ken adalah orang yang sangat beruntung karena akhirnya dia yang berhasil mendapatkan Feli. Dia yang akan menikah dengan wanita itu. Ken yakin kalau di luar sana ada banyak sekali orang yang berharap untuk mendapatkan posisi Ken. Iya, Feli memang dicintai oleh banyak orang, tapi ketika Feli memilih untuk tetap bersama Ken, mereka semua bisa apa? Selama ini yang bisa Ken lakukan adalah selalu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang telah menciptakan Feli untuk Ken. Wanita itu terlalu sempurna untuk menjadi nyata. “Tidak ada orang yang bisa membuat lingkaran dengan sempurna. Aku rasa kalau kamu mau belajar, kamu mungkin juga akan bisa melukis.. ya, walaupun tidak akan sehebat Kak Caleb. Sungguh Ken, aku merasa kalau lukisannya terlalu indah untuk dilihat oleh kita-kita saja. Seharusnya dia menjadi seorang pelukis terkenal!” Ken tertawa pelan ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Feli. Dalam segala hal yang ada di hidupnya, Feli lebih memikirkan tentang berbagai kesempatan yang bisa didapatkan dibandingkan dengan memikirkan tentang kekurangan yang ada di hidupnya. Selama ini memang ada banyak sekali orang yang memuji kemampuan Caleb dalam melukis, tapi tidak pernah ada orang yang memberikan pujian seperti Feli memuji kemampuan Caleb. Tidak, Feli bukan hanya memuji Caleb, Feli juga memikirkan tentang apa yang mungkin bisa dilakukan oleh Caleb kedepannya. Iya, Kakaknya memang sangat berbakat, tapi selama ini hanya Feli yang terus memberikan Caleb semangat untuk terus mengembangkan kemampuannya agar suatu saat nanti Caleb bisa menjadi seorang pelukis yang hebat. “Kalau begitu bantulah Kak Caleb untuk menjadi seorang pelukis terkenal. Kamu pasti akan menjadi orang yang paling senang kalau hal itu terjadi. Bahkan jauh lebih senang dibandingkan dengan Kak Caleb sendiri..” Kata Ken sambil tersenyum. Ken kembali mendengarkan suara tawa Feli di seberang sana. Apapun yang terjadi, Feli adalah orang yang akan selalu bahagia untuk kebahagiaan yang didapatkan oleh orang lain. Tadi Ken melihat Feli bersedih, melihat Feli menangis di dalam pelukannya. Sekarang Ken merasa jauh lebih baik ketika dia sudah bisa mendengarkan suara tawa Feli. Ken memang tetap tidak bisa menyingkirkan perasaan tidak tenang yang terus menghantui dirinya, tapi Ken mencoba untuk tetap menenangkan hatinya sendiri. Ken hanya bisa berdoa kalau semua perasaan buruk yang terus menghantuinya ini akan segera menghilang. Ken tidak ingin ada sesuatu hal yang buruk.. “Tentu saja aku akan melakukannya. Ken, bukankah kamu mengatakan kalau kamu sedang sibuk? Kenapa malah menghubungiku? Selesaikan pekerjaanmu dengan cepat. Kalau bisa, nanti malam datanglah ke taman bunga yang sering aku datangi, aku akan pergi ke sana bersama dengan Kak Caleb..” Kata Feli Ken menghembuskan napasnya dengan pelan. Dia sama sekali tidak bisa memberikan janji pada Feli. Ken tahu kesibukan apa saja yang sedang menunggu dirinya. Ada banyak sekali pekerjaan yang harus Ken selesaikan malam ini juga karena besok adalah hari Minggu. Ken ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Feli. Iya, seharian penuh bersama dengan Feli karena beberapa hari yang lalu, ketika Ken mengambil libur, Ken malah harus menangani satu masalah besar yang disebabkan oleh kelalaian Farel. Untuk besok Ken sangat ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Feli. Iya, hanya dengan Feli saja. Tidak masalah kalau mereka harus jalan-jalan ke taman atau berdiam diri di rumah saja, yang penting Ken ingin menghabiskan waktunya bersama dengan Feli. “Maafkan aku, Feli. Aku ada banyak sekali pekerjaan. Sekarang aku menghubungimu karena aku memiliki waktu luang selama beberapa menit lagi. Setelah ini aku masih harus bertemu dengan seseorang yang cukup penting, lalu setelah itu aku masih harus menyelesaikan beberapa berkas penting yang masih belum terkumpul semuanya..” Kata Ken. Iya, Ken tahu kalau dirinya sering sekali mengabaikan Feli. Sebagai seorang kekasih, Feli memiliki hak atas waktu Ken, tapi Ken sama sekali tidak memiliki banyak waktu luang. Apalagi hari ini, Ken benar-benar sangat sibuk hari ini. Jujur saja Ken memang mulai kesal dengan semua pekerjaannya. Ketika Caleb saja bisa menghabiskan waktunya bersama dengan Feli, kenapa Ken malah tidak bisa? Ken menghembuskan napasnya dengan pelan. Jantungnya berdetak dengan kencang sejak tadi. Ken tahu kalau ini adalah akibat dari perasaan buruk yang terus mengganggunya. Entahlah, Ken merasa tidak tenang sejak tadi. “Baiklah, tidak masalah. Aku akan pergi bersama dengan Kak Caleb saja..” Ken tahu kalau Feli berpura-pura tetap menerima semua yang Ken katakan. Iya, lagi pula siapa yang tidak kecewa ketika kekasihnya lebih memilih untuk sibuk dengan pekerjaan dibandingkan menghabiskan waktu bersama? Ken sangat sadar kalau ini pasti juga cukup sulit untuk Feli. Wanita itu selalu mengerti keadaan Ken, dia selalu memahami segala hal yang Ken lakukan. Ketika memutuskan untuk bekerja menjadi seorang pengacara sama seperti yang diinginkan oleh kedua orang tuanya, Ken tahu kalau dia akan mengorbankan waktunya untuk tetap mendedikasikan dirinya agar terus bertanggung jawab untuk pekerjaannya. Ken sudah tahu semua resiko yang harus dia terima. “Maafkan aku, Feli..” Kata Ken dengan pelan. “Tidak, tidak masalah. Aku baik-baik saja, Ken. Sudah, segera selesaikan pekerjaanmu. Jika sudah lelah, jangan terlalu memaksakan dirimu..” Ken menghembuskan napasnya lalu menganggukkan kepalanya dengan pelan. Feli memang selalu mengerti dengan keadaannya. Tapi sekarang perasaan tidak tenang itu semakin menghantui hati Ken. Apa yang sebenarnya terjadi? “Jaga dirimu baik-baik, Feli. Segeralah pulang kalau kamu sudah puas berjalan-jalan. Jangan terlalu malam, aku khawatir padamu. Kalau ada sesuatu, tolong segera hubungi aku.. Aku mencintaimu, jadi tetap jaga dirimu baik-baik..” Kata Ken dengan pelan. Ken memang merasa sangat tidak tenang, tapi Ken mencoba untuk tidak membuat Feli jadi khawatir dan juga cemas. Sudahlah, ini hanya perasaannya saja. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Ken akan segera menikah dengan Feli dan kebahagiaannya akan utuh. Ken tidak perlu mencemaskan apapun karena sampai sekarang keadaannya masih baik-baik saja. Tidak akan ada hal buruk yang terjadi. “Tenang saja. Aku akan menjaga diriku dan juga menjaga Kak Caleb. Aku berjanji padamu kalau kami akan tetap baik-baik saja.. Segeralah menyelesaikan pekerjaanmu.. aku mencintaimu..” Ken memang merasa jauh lebih tenang ketika dia mendengarkan suara Feli. Iya, keadaan ini memang menyiksa Ken karena dia benar-benar tidak berdaya untuk memilih hal yang ingin dia lakukan. Jujur saja Ken lebih suka kalau dia bisa mengemudikan mobilnya dengan cepat untuk menemui Feli saat ini juga. Tapi mau bagaimana lagi? Ken sama sekali tidak bisa melakukan hal itu. Ada banyak sekali hal penting yang harus Ken lakukan selama beberapa jam ke depan. Baiklah, Ken memang harus segera mematikan teleponnya dan cepat menyelesaikan pekerjaannya agar dia bisa segera bertemu dengan Feli nanti malam. Kalau perlu Ken akan meminta Feli menginap di rumah agar besok pagi mereka bisa langsung pergi jalan-jalan bersama. Iya, sebenarnya tidak ada bedanya kalau mereka pergi jalan-jalan atau hanya duduk berdua sambil tertawa bersama, segala hal yang dilakukan bersama dengan Feli selalu terasa sangat menyenangkan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD