Bab 20

1909 Words

Ketika waktu menunjukkan pukul dua siang, Adara baru sampai di apartemen. Ia sama sekali tidak mendapati seorang pun di sana. Menghela napas, Adara pun mendudukkan dirinya di sofa. Matanya terpejam, rasa lelah mulai menguasai tubuhnya dengan cepat. Ingatannya melayang pada kejadian tadi, sampai detik itu otak cerdasnya tak begitu mampu memahami suasana. Fokus Adara terpecah belah, sulit bagi Adara mencari jalan keluar dari masalah yang baru menimpanya tersebut. Memang bukan masalah yang begitu besar, tapi kesalah pahaman yang dibiarkan lama-lama akan menjadi besar dan berdampak buruk pada hubungan mereka yang ibaratnya masih seumur jagung itu. "Kok jadi rumit gini, sih? Ini lagi, ke mana semuanya? Apa jangan-jangan El pergi bareng perempuan tadi?" Adara menggumam. Ia masih mengedarkan ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD