Rafa tampak tersenyum melihat Adara yang sedari tadi mual-mual dan beberapa kali harus pergi bolak-balik ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya. Laki-laki itu terlihat santai saat mengurut tengkuk Adara, sama sekali tidak ada raut panik yang menghiasi wajahnya. Hari masih begitu pagi, jarum jam yang menempel pada dinding kamar Rafa yang juga sudah menjadi kamar Adara itu masih menunjukkan pukul enam pagi. Adara berpikir jika yang tengah menimpanya itu adalah akibat dari dirinya yang saat waktu masih menunjukkan pukul empat pagi, sudah membersihkan seluruh tubuhnya dari sisa percintaan panas mereka semalam dengan mandi dan juga keramas. Wanita itu berpikir jika dirinya tengah masuk angin, namun tidak bagi seorang Rafael Abraham. Rafa memiliki diagnosa yang berbeda ada keadaan istri

