Bab 22

1354 Words

"Mommy, Nono mau adeknya. Kok belum ada sih? Kata Ayah tadi udah ada. Ih sebel. Jangan-jangan mau ngibulin Nono ya? Jangan boong loh Mom. Ental hidungnya jadi panjang kayak Pinochio. Mau emang?" Anak laki-laki yang berdiri di tengah-tengah pelukan Ibu dan Ayahnya itu berucap dengan nada setengah terbata. Mereka masih berada di dalam kamar mandi, kecuali Anna yang berdiri di ambang pintu kamar mandi, menyaksikan drama rumah tangga dari kakak kandungnya itu. Anna tidak tahu, haruskan ia terharu atau tertawa terbahak. Lantaran, kedatangannya dan Keano memang sudah mengacaukan keromantisan pasangan yang sepertinya tengah di mabuk asmara itu. Jujur, Anna merasa tenang, perempuan itu juga senang mengetahui bahwa kakaknya sudah membuka hati terhadap wanita lain. Tinggal bagaimana mengatasi Keano

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD