Usai perpisahan itu Dokter Gustin keluar dari ruangannya. Ia berjalan lurus ke belakang dan menaiki anak tangga darurat. Kemudian membuka pintu besi yang tampak sedikit berkarat. Kini dokter tampan itu tengah menyendiri di atap rumah sakit. Tempat rahasia, di mana Gustin melepas kepenatan dan segala emosi batin. Netranya menatap nanar ke langit lepas berwarna kebiru-biruan. Sebiru hatinya yang tergores karena perpisahan dengan Olivia. Baru kali ini Gustin merasa sangat kehilangan, walaupun di antara mereka tidak terjalin hubungan khusus. Awan-awan yang berarak seakan menggambarkan wajah Olivia, senyuman wanita itu melekat di pelupuk mata. Dokter Gustin Justavo memejam sesaat, membiarkan sang bayu membelai wajahnya. Semalam di tempat yang berbeda, wanita cantik itu masih bisa ia sapa, me

