16. Tidak Sadarkan Diri

1023 Words

Denting jarum jam memenuhi ruangan di mana Dokter Gustin bekerja. Lelaki itu tampak tak b*******h, sesekali ia melirik jam dinding yang bergelayut manja. Seakan mengejek dirinya yang sedang merana. Kesepian yang ia rasakan semakin hari kian berkabut. Gelisah merajai kalbu, bayangan Olivia selalu melintas di hadapan. Hari-hari berganti, tetapi kenangan tentang kebersamaan bersama putri Ozan tidak memudar. Sepuluh hari berlalu, Dokter Gustin dirundung kerinduan mendalam terhadap Olivia. Lelaki itu selalu mengecek ponselnya, berharap akan ada panggilan masuk dari sang pasien. Seperti saat ini, dokter tampan itu hanya melamun dan bersandar pada kepala kursi. Padatnya jadwal kerja tak mampu menepis rasa yang bergemuruh dalam d**a. Semenjak kepergian Olivia, Dokter Gustin terkadang berargumen s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD