27. Aku Bersedia

1141 Words

Setelah sekian lama menjalani terapi pasca koma, Olivia akhirnya bisa berjalan dan menggerakkan tubuhnya sendiri. Terapi cerita yang diterapkan Gustin berpengaruh sangat besar pada wanita itu. Seperti hari ini, dirinya berdiri termenung di balkon rumah Gustin. Olivia menghela napas, manik matanya tampak berbinar karena dari tempat itu ia dapat melihat kendaraan yang berlalu lalang. "Selamat pagi, Nona. Ini segelas teh chamomile dan pie tee untuk sarapan Anda," sapa Eve sambari meletakkan isi nampannya di atas meja. "Terima kasih." Olivia berbalik dan mengambil posisi duduk. Wanita berkulit pucat itu mencomot sepotong kue yang berbentuk seperti cangkir panjang tersebut. Ia mengamati topping kudapan yang beraneka ragam, mulai dari lobak, wortel, dan udang. Makanan itu cukup unik bagi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD