Usai lamaran Gustin, Olivia merasa hatinya berbunga-bunga. Perasaan itu kian bersemi setiap hari, apalagi perhatian lelaki itu yang semakin membuat Olivia meleleh. Namun, wanita itu selalu bertanya-tanya siapakah orang tuanya dan di mana keluarganya? Rasa penasaran itu kian menumpuk dan akhirnya Olivia menanyakan kebenaran akan hal itu. "Sayang, mengapa hari ini kau tampak sangat murung?" tanya Gustin yang baru saja menyusul Olivia di balkon. Olivia nenyelipkan anakan surai di telinganya. "Aku ... bolehkah aku bertanya?" Gustin tersenyum dan mengecup puncak kepala Olivia. "Tentu saja boleh, apa yang mau kau tanyakan?" "Siapa sebenarnya otang tuaku? Di mana mereka sekarang?" Gustin menelan salivanya sendiri, pertanyaan yang paling ia takutkan akhirnya benar-benar terlontar dari mulut

