Hati yang telah retak, tak mungkin dapat utuh kembali. Serpihan jiwa itu terbang bersama belaian sang bayu. Mungkin ini adalah perumpamaan yang tepat untuk mewakili perasaan Rehan. Lelaki itu hanya terdiam di sudut ruang tidurnya, menepi tak berkawan. Awan yang kelabu seakan turut menyaksikan kesedihannya, perpisahan dengan Olivia tak pernah ia bayangkan. Namun, takdir menuntun mereka agar memilih jalan yang berbeda. Mungkinkah Rehan hidup tanpa kekasihnya? Sanggupkah ia menyusuri jalan setapak seorang diri? Menata kembali kehidupannya dari awal, seperti selembar kertas putih. "Olivia ... apa kabarmu di sana?" gumam Rehan sambari mengusap foto selfi yang terakhir mereka ambil. "Kamu tampak sangat cantik memakai pakaian ini." Rehan berdecak kagum menatap benda tak bernyawa tersebut. Sej

