22. Kau Tidak Sakit Lagi

1036 Words

Empat pekerja medis yang berada dalam ruang operasi tampak pucat pasi. Satu di antaranya adalah Dokter Gustin. Lelaki itu takut jika ada salah satu dari ketiga perawat yang melihat, ketika dirinya menyembunyikan botol yang tertinggal di meja. "Ba-bagaimana ini, Dok?" Suster Jean tampak sangat pucat. Perawat itu menatap kembali elektrokardio dan berharap mesin itu menampilkan detak jantung pasien lagi. Manik matanya mulai berkaca-kaca, wanita itu takut! Karena ini adalah pengalaman pertama baginya, menghadapi pasien yang meninggal dunia. Dokter Gustin memijat keningnya dan mulai memainkan peran melow. "Tenanglah, kita sudah berusaha semaksimal mungkin." "Lantas, apa yang akan kita katakan pada keluarganya?" sahut perawat lain. "Biar aku sendiri yang mengatakan berita duka ini. Kalian s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD