Bab 2

921 Words
author pov, Dira menatap Astari tak percaya. Setelah sekian lama tak bertemu bukan ungkapan rindu yang ia dapatkan dari wanita itu. Bukan hal aneh juga sebenarnya, toh watak yang Dira ingat tentang Astari tidak cocok sama sekali tapi bukan juga hal seperti ini yang mungkin bisa Dira bayangkan jika ia pernah berandai- andai untuk bertemu kembali dengan Astari. Sulit dipercaya kalau Astari datang jauh- jauh ribuan kilo meter menemuinya untuk menjemputnya. Bahkan dulu saja Astari tidak mau repot- repot menjemputnya padahal saat itu usia Dira masih sangat belia saat harus melakukan penerbangan untuk pertama kalinya. Tapi sekarang, Astari berdiri di hadapannya untuk membawanya kembali ketempat yang sejujurnya tidak ingin lagi Dira datangi. Untuk liburan saja Dira tidak mau apalagi untuk alasan yang Astari sebutkan tadi! Yang benar saja, Astari memaksanya untuk kembali ke London untuk melangsungkan pernikahan dengan Zachary wolverstone yang selama ini Dira tahu berstatus sebagai pacar Laura. Ya, Dira sekarang harus menerima perintah dari Astari untuk menggantikan Laura dipernikahannya!! Entah kegilaan macam apa yang sedang menghampirinya. Dira cukup mengenali calon suami Laura, yang kini jadi calon suaminya. Zachary adalah anak wanita Indonesia yang menikah dengan kerabat kerajaan. Berkat wanita yang aslinya juga keturunan ningrat di Indo itulah Astari bisa menginjakkan kakinya di benua Biru tersebut. Cukup panjang lika liku perjalanan kehidupan Astari setelah meninggalkan anak dan suaminya setelah gagal menahan diri dalam kemiskinan yang tak pernah berujung itu sehingga dia nekat menjadi tenaga kerja wanita. Awalnya Astari menjadi pendatang haram dinegri jiran. Hanya bertahan enam bulan saja, Astari ikut kenalannya ke Hongkong. Lama bekerja di Hongkong barulah dia mendapatkan majikan orang Indonesia yang sangat baik hati. Setelah berkenalan dengan Dewi kusuma wolverstone bukan hanya pekerjaannya saja yang berubah tapi nasibnya juga. Puncaknya saat Dewi mengabarkan kalau ada seorang kenalan suaminya yang tertarik pada Astari dan berniat serius dengannya. Tanpa pikir panjang Astaripun menerima lamaran duda beranak satu itu, maka resmilah Astari menjadi nyonya de Brigh. Menjadi seorang nyonya di keluarga terpandang tidak serta merta Astari jadi dihormati oleh semua orang. Terutama keluarga besar suami dan mantan isterinya. Astari selalu dipandang sebelah mata oleh mereka. Astari harus bekerja keras untuk mendapatkan hati semua orang, sayangnya tidak bisa dia dapatkan dengan mudah. Untungnya kerja kerasnya berhasil pada Laura. Puteri tirinya itu bisa menerima kehadirannya dalam waktu relatif cepat dan seiring waktu malah menjadi begitu dekat dengannya. Entah disadari atau tidak, Astari sepertinya menebus kesalahannya pada Dira dengan memberi perhatian selayaknya ibu kandung pada Laura. Nyatanya Astari bukannya tidak memiliki jiwa keibuan, hanya saja tidak untuk dia berikan pada Dira. " Aku tidak bisa." jawab Dira. Astari menatap Dira Tajam. Lebih tajam dari sebelumnya," kamu tidak bisa menolak, kamu tidak dalam situasi bisa memilih... Ayahmu tidak mengajarkanmu untuk lupa berterima kasih pada orang yang telah membantumu kan?" Dada Dira turun naik saat nama Ayahnya disinggung. Wanita ini.... apa memang tidak memiliki hati nurani? " Tidak perlu tersinggung, orang hanya perlu menunjukkan siapa dirinya lewat perbuatannya. Kalau kau memang telah diajari dengan baik sebelumnya maka kau akan sadar diri dengan tidak menolak perintah ini." " Kamu...." ucap Dira tercekat," pernahkah sekali saja memikirkan perasaanku?" Astari membuang pandangannya sekilas sebelum kembali menatap Dira dengan tatapan yang sama," Aku tidak ingin tahu perasaanmu tapi aku lakukan ini juga karena memikirkanmu." jawabnya tak berperasaan. wanita kejam! Dira tak melihat ada keuntungan yang bisa ia dapatkan dari pernikahan paksa ini. Dirinya hanya jadi boneka yang dipakai Astari untuk menyelamatkan Laura dan juga dirinya sendiri tapi entah dari apa. " Lusa kita berangkat." putusnya. " Untuk berapa lama?" Astari menyembunyikan raut kagetnya dengan baik. Meski tahu kalau Dira akhirnya tidak akan menolak tapi Dia juga tidak menyangka kalau akam semudah ini memaksanya. Tampaknya membawa Ayahnya pada pembicaraan ini cukup efektif. Rupanya pria itu melakukan perannya dengan baik selama ini. " Tidak pasti, mungkin juga untuk selamanya, tergantung kemampuanmu mempertahankannya." " Aku tidak akan mempertahankan apa-apa jadi cepat beritahu kapan kira-kira dia akan kembali. tante pasti tahu apa yang sedang Laura rencanakan atau lebih tepatnya apa yang sedang kalian rencanakan." Wajah Astari mengeras tampak tersinggung dengan tuduhan Dira. Astari sendiri tidak tahu rencana serta keberadaan Laura saat ini. Anak itu pergi begitu saja meninggalkan banyak masalah pada semua orang. Kalau bukan karena resiko kerugian besar yang akan menimpa dirinya serta keluarga de Brigh tidak mungkin Astari mau menginjakkan kaki lagi di tempat yang banyak memberi luka padanya ini. Jangankan untuk kembali, mengingatnya saja bisa membuatnya susah bernafas. " Aku perlu tahu untuk mengurus izin cuti." " kamu tidak perlu mengurus izin segala, cukup berikan surat pengunduran diri saja." Dira melotot mendengarnya. Enak saja! Dira tidak mungkin mengorbankan pekerjaannya segala. Kalau cuma sekedar untuk menikah tidak akan butuh waktu lama. Paling lama sebulan saja buatnya muncul didepan banyak orang setelahnya orang-orang juga tidak akan peduli sekalipun mereka dari kalangan atas. " Hentikan pikiran bodohmu itu, kamu sendiri harusnya tahu seperti apa kehidupan kami disana." Angkuh dan kejam. Dira mengucapkan dua kata tersebut dalam benaknya. " Jika kau pernah menonton cinderella kau tak perlu banyak bertanya lagi." Dira mendengus.... ya, Dira pernah menontonnya tapi memang tidak ada dongeng yang sempurnakan?? " Tapi... aku masih bisa pulangkan?" " Tergantung dirimu sendiri. Seberapa berarti dirimu nanti didepan suami dan keluarganya." kata Astari dengan nada sendu yang nyaris bisa dia sembunyikan. " Mbak Dewi bahkan berencana menggelar acara juga disini jadi akan lebih mudah buatmu menghadapi teman- temanmu nanti." Dira cukup lama terdiam. Tidak habis fikir dengan alasan tante Dewi yang mau menerima dirinya sebagai pengganti Laura. Anaknya juga... sebenarnya apa yang telah terjadi? kalau memang Laura pergi kenapa pernikahannya tidak dibatalkan saja? Bersambung...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD