125.

1032 Words

Tubuh Felix terbang melayang ke samping dan mendarat di atas lantai, tidak jauh dari Lorenza. "Uhugk ...uhugggkk!" Felix terbatuk-batuk, dadanya semakin perih dan sangat panas, pun juga lubang hidungnya. Felix sudah terlalu banyak menghirup udara berasap dan perkelahian hanya membuat pernapasannya semakin tidak bisa fokus. "Felix ..." Lorenza bergumam lirih, melepaskan masker wajah yang mengganggu pergerakan dan memberatkan kepalanya. "Jangan kemari, Lo!" Felix bisa merasakan keberadaan Lorenza yang merangkak menuju arahnya. Sang pria anak buah Alfred berdesis sinis, ia berjalan menghampiri Lorenza. Namun Felix berhasil menjegal kakinya hingga terjatuh terjengkang di atas lantai. Felix meraih senapannya yang terlempar ketika tadi terjatuh, memberikan tembakan bertubi-tubi ke tub

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD