Di Balik Semak

1825 Words

Angin di lereng tebing terasa semakin tajam, menyapu wajah mereka bagai serakan jarum halus. Langkah demi langkah tertatih menuruni kemiringan yang hampir tidak berpijak, akar pohon dan duri menjadi satu-satunya pegangan yang bisa diandalkan. Danu berjalan paling depan, membelah semak belukar sambil sesekali menoleh memastikan tandu yang mereka angkat tetap seimbang. Di belakangnya, Bayu dan Arga bergantian menahan beban keringat deras membasahi seragam yang sudah lusuh, napas mereka beradu berat seolah setiap tarikan udara harus diperjuangkan. Kirana berjalan tepat di samping kepala tandu, tangannya tak pernah lepas dari pergelangan tangan Satria. Sesekali ia berhenti sejenak untuk membasahi kain perban di dahi suaminya dengan air sisa yang tersisa di botol kecil. Wajah Satria semakin pu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD