7. Aglio E Olio Di Pagi Hari

572 Words
"Oh" menganggung anggukan kepala tanpa beralih menatap tv. "Mau teh apa kopi?" tawarnya, tidak mungkin saja sudah sampai di hunian miliknya tapi tamu tidak di tawarkan apa-apa. "Teh aja deh aku lagi ngurangin kafein soalnya" "Oke, Guna mau tante buatin s**u gak?" "Mahu tante Guna mahu" eehh ini malah lompat-lompat di kursi karna kegirangan di buatin s**u. "Tante, lumah tante ketil banat cuman ada dapul, luang tv sama itu pasyti kamal tante ya" teriaknya keras agar suarnya dapat di dengar oleh Kanza yang sedang bergegas menuju dapur. "Kan tante cuma tinggal sendiri sayang" Jawabnya dari dapur, tanggannya masih sibuk meracik minuman untuk kedua pria berbeda generasi tersebut. "Dasar kamu ya bocil...ngapain ngomong gitu, siapa yang ngajarin kamu?" tanya Dzaky yang merasa keponakannya ini sudah mirip akun gosip rempong. "Guna kan ngomong jujul, kata Deddy Om kita halus ngomong jujul. Guna liat kan lumanya tante ketil banat". "Uuhh mulai kamu ngeles kayak supir angkot" menatap kesal kearah keponakannya itu. "Udah iihh gitu aja ribut, ini minum dulu" di letakkannya minuman keatas meja kemudian kembali ke dapur untuk meletakkan nampan. "Makasih" "Makasyih tante" Selalu saja mereka sok kompak, pikir Kanza "Oh ia kamu tau dari mana tempat tinggal aku?" Ia langsung duduk di sebelah Dzaky karna apartemen Ini hanya memiliki satu sofa panjang dan meja. "Lupa ya....kalau kemarin aku yang antar kamu sampai depan. Trus tadi aku sama Guna iseng aja buat ketempat kamu, kita nanyak receptions trus di kasih tau deh". "Ooo" hanya manggut-manggut mengerti aja. "Guna pengen main kelumanya tante, jadi Guna ajak Deddy Om aja kesyini. Soalnya kata Deddy Om, Deddy Om tau dimana lumah tante". "Sekarang udah tau rumah tante mau main tiap hari gak?" "Mahu tante, Guna mahu tiap hali kelumah tante, bobo syiang disyini juda boleh ndak tante?" Ngelunjak ini ceritanya. "Boleh dong sayang, tapi kalau tante gak kerja ya" di ciumnya pipi gembul itu, ada rasa haru dan sayang pada Guna apalagi bocah itu adalah anak sahabatnya sendiri. "Sebentar ya tante liat kuenya dulu". Tak lama Kanza sudah kembali lagi ke ruang Tv dengan membawa satu loyang penuh brwonis kukus yang telah dipotong-potong. "Silahkan dinikmati" ucapnya tersenyum lebar. Begitu kue coklat terpampang nyata di atas meja kedua pria berbeda generasi itu langsung rebutan untuk mengambil. "Deddy om...." teriak Saguna saat melihat Dzaky mengangkat tinggi piring berisi kue coklat tersebut, sesekali ia makan satu potong untuk melihat reaksi kesal keponakannya itu. "Eemm ini enak banget...semua ini punya Deddy Om" seperti tak ada lelahnya ia menggoda sang ponakan. "Huuaahahaaaa Deddy Om jaat, nanti Guna bilangin Oma" mukanya yang putih sudah mulai memerah seiring dengan air mata dan ingus yang keluar. "Udah dong anak ganteng masak nangis" di hampirinya guna, kemudian membersihkan wajah anak itu dengan tisu. "Dasar bocil gitu aja nangis" ledek Dzaky lagi "Kamu ihh gak ada bosannya ganggu Guna" di ambilnya piri kue tersebut dari tangan Dzaky. "Ini buat kesayangan tante" dengan telaten diauapinya anak tampan yang nampak betah berada di pangkuan Kanza. "Za, kamu kerja gak?" "Enggak, hari ini aku libur makanya nyempatin buat menu baru". "Hari ini keluar yuk, kasihan Guna dia jarang banget pergi liburan". "Deddy Om syelius mau ajak Guna jalan-jalan?" tubuhnya sudah berdiri tegap perhatian yang tadi hanya untuk kue coklat kini berubah sasaran. "Kapan juga Deddy Om bohong sama kamu?" "Emm...gak pelnah tuh" "Yaudah sekarang tantenya mau ikut kita gak? Kamu ajak gih tantenya". "Tante mau kan ikut jalan-jalan sama Guna?" Eemmm mau gak yaa...mau gak yaa...tau ahh pikir pikir dulu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD