Siapa Gadis Itu?

1411 Words
Jonathan menatap tajam gadis itu. dia melihat gadis itu menelan salivanya saat memandang bagian tubuhnya yang terbuka. “Bawa kotak obat yang berada di laci lemari itu!” ujar Jo membuyarkan lamunan gadis itu yang sudah sempat travelling ke pulau empuk. Gadis itu segera berdiri dan menghampiri lemari yang dimaksud Jonathan. Dan dia menemukan kotak p3k di sana. Segera dia bawa ke hadapan Jonathan. Ketika gadis itu berada di depannya. Barulah Jonathan memintanya untuk mendekat. “Tolong sembuhkan aku!” ucap Jonathan pelan. “Baik Pak,” jawab gadis itu sambil menundukkan wajahnya agar tidak bersirobok dengan mata Jonathan. Perlahan gadis itu membuka kotaknya dan mencari alkohol kapas dan plester. Setelah dia mengeluarkan obat yang diperlukan gadis itu kemudian siap – siap membersihkan luka Jonathan menggunakan alkohol. Tanpa sadar Jonathan meringis perih karena lukanya dibasuh alkohol. Refleks gadis itu melihat wajah Jo yang meringis dan betapa terkejutnya dia melihat wajah Jonathan yang masih memerah. “Kenapa muka Bapak merah sekali, apa muka Bapak dicat merah?” tanya gadis itu terkejut. “Kau –“ “Apa Bapak ini –” “Jangan banyak tanya dulu. Cepat sentuh aku!” ucap Jonathan tergesa. “Menyentuh, apa maksud Bapak?” tanya gadis itu menangkap gelagat aneh dari sesi wawancaranya. “Aku nanti akan membayarmu berapa pun. Sekarang tolong sentuh wajahku dan tubuhku!” ucap Jonathan dan yang terdengar oleh gadis itu seperti menyuruhnya untuk berbuat sesuatu. “Maaf Pak, aku bukan wanita yang seperti itu. Sial, kenapa aku terus berakhir dengan kejadian yang sama seperti ini lagi!” umpat gadis itu kesal dan meninggalkan beberapa obat itu. Tapi segera Jonathan menarik tangan gadis itu sehingga tubuhnya tertarik dan terjatuh tepat di atas tubuhnya yang terbuka. Jonathan bisa menghirup wangi parfum dari gadis itu. Segar dan beraroma bunga. Tanpa sadar tangan gadis itu menyentuh d**a Jonathan. Sedetik dua detik mereka masih mencerna dengan posisi mereka saat itu. Dan timing yang tepat juga, Frans masuk ke dalam ruangannya. Dan terkejut melihat pemandangan yang sama sekali tidak bisa dia bayangkan. Seorang Jonathan ditindih oleh seorang wanita cantik. Melihat ada yang datang, gadis itu kemudian segera bangun dari tubuh Jonathan dan merapihkan pakaiannya. Dia menatap wajah Jonathan yang saat ini terlihat seperti merasakan sesuatu. Gadis itu merasa dilecehkan karena dari ekspresi wajah Jonathan. Dia seperti sedang menikmati momen tadi. “Dasar bos m***m, gila, aneh, kau benar-benar b******k!” ucap gadis itu salah mengartikan ekspresi lega Jonathan yang kembali berangsur pulih dari gejala anehnya itu. Kulitnya perlahan kembali menjadi warna semula. Wajahnya pun sudah kembali normal lagi. Jonathan masih mencoba untuk memulihkan tubuhya tak sempat berkata apa-apa setelah gadis itu pergi. Sementara Frans malah shock karena melihat gadis itu mengumpat pada Jonathan. Bukankah dia salah satu calon pegawai yang akan diwawancara. “Pak apa yang terjadi dengan gadis itu. Terus kenapa Bapak masih di sini, bukankah seharusnya Anda pergi ke hotel dan bertemu dengan Agnes?” tanya Frans. Tapi dia melihat wajah dan tubuh Jonathan sudah kembali lagi ke semula. Dan Frans baru sadar kalau tadi, Jonathan dan gadis itu. “Frans, aku sudah membatalkan pesananku dengan Agnes. Ternyata gadis itu, dia bisa menyembuhkanku cepat sekali.” “Apa maksud Bapak?” tanya Frans tidak mengerti. “Biasanya Agnes butuh dua jam lebih untuk mengembalikan ku seperti semula. Tapi gadis itu, hanya menyentuhku selama beberapa detik saja. Aku langsung sembuh dan pulih.” Frans melongo mendengar cerita Jonathan yang menurutnya sama-sama anehnya dengan penyakit dan gejalanya itu. Jonathan mempunyai sebuah gejala aneh jika dia mengalami emosi berlebihan dalam marah dan tidak bisa dikendalikan dia akan menjadi seperti tadi. Seluruh tubuhnya akan memerah dan sensasi terbakar membuat Jonathan akan tersiksa. Belum lagi sensasi kulitnya seperti ada yang merayapinya. Dia mengalami itu sejak dia kecil. Dan tak ada yang tahu asal muasal gejala itu kecuali keluarganya atau orang tuanya. Anehnya, penyakit dan gejala aneh itu akan hilang sendirinya jika dia disentuh oleh wanita. Sejak kecil jika penyakitnya kambuh, Jonathan akan mencari ibunya dan ibunya akan memeluknya dan mengusap tubuhnya sampai dia pulih kembali. Tapi setelah ibunya meninggal saat dia kuliah, Jonathan kesulitan untuk pulih dari gejala anehnya itu. Kadang tubuh merahnya akan berhari-hari muncul sampai Jonathan selalu mengurung diri di mes asramanya karena takut akan membuat orang takut atau bahkan mengejeknya mungkin. Sampai pada akhirnya Frans memergokinya dan mengetahui rahasianya itu. Dia teman sekamarnya waktu di asrama kampus memberinya sebuah ide. Ide cemerlang sekaligus gila. Itu yang harus Jonathan akui kalau itu bisa saja merusak reputasi dirinya sebagai anak baik-baik. Frans memberinya ide untuk menyewa seorang wanita yang bisa membantunya untuk menyembuhkan Jonathan, dengan cara menyentuh tubuhnya dan mengobatinya persis seperti yang ibunya lakukan. Tentu saja itu tidak mudah, karena Jonathan tidak mau sembarang wanita yang menyentuhnya. Lagipula wanita yang dia pesan dan dia bayar hanya untuk menyentuhnya saja. Tanpa melakukan hubungan seksual. Sampai sekarang Jonathan malah masih perjaka ting-ting. Dia sama sekali tidak tertarik pada wanita. Bukan karena dia seorang gay, tapi dia belum bisa membayangkan berhubungan dengan seorang perempuan. Karena baginya wanita itu adalah makhluk yang aneh. Karena wanita adalah satu-satunya yang membuat dia kesusahan di saat dia mengalami gejala aneh itu. Kenapa tidak seorang laki-laki saja yang bisa menyembuhkannya. Karena dengan begitu, Jonathan tidak harus dirumitkan dengan hubungan, hati dan perasaan seorang wanita. Dia benci itu. Maka dari itu, ketika Adam memberi celetukan kalau dia menikahi Anita saja demi menyelamatkan model atau brand ambassador perusahaannya itu. Dia sangat marah dan sampai  membuat penyakit anehnya kambuh kembali. Sungguh ironis, dia benci wanita tapi jika dia kambuh dia hanya akan sembuh dengan sebuah sentuhan wanita. “Gadis itu, kemana dia?” tanya Jonathan membuat Frans yang mulutnya melongo menjadi tertutup lagi karena dia harus segera  menjawab pertanyaan sahabatnya yang juga menjadi bosnya itu. “Dia pergi dan marah-marah setelah mengumpat pada mu. Apa Bapak tidak mendengar apa yang dia katakan?” tanya Frans heran karena Jonathan terlihat santai setelah gadis itu pergi. “Memangnya apa yang dia katakan?” tanya Jonathan mengerutkan kedua alis tebalnya yang hitam. “Bos m***m, gila dan aneh!” “Apa kau bilang?” tanya Jo dengan nada tinggi. “Bukan aku yang bilang. Tapi gadis tadi.” “Mungkin dia kaget karena aku paksa menyentuh tubuhku.” “APA BAPAK SUDAH GILA?” tanya Frans. “Maaf itu ucapan dariku Pak. Aku sungguh-sungguh mengumpat. Kenapa Bapak nekat melakukan itu pada gadis itu. Bagaimana kalau dia nanti melaporkan Bapak ke KOMNAS HAM dan Perempuan atas pelecehan seksual!” ucap Frans tepuk jidat atas kecerobohan Jonathan. “Cari dia, bukankah dia itu calon pegawai yang akan diseleksi. Panggil untuk melakukan sesi wawancara secara khusus. Sogok dia untuk tutup mulut!” ucap Jonathan santai menanggapi kepanikan Frans. “Kalau dia memang akan berniat bekerja di sini. Dia pasti menyusul yang lainnya di ruangan yang lain. Sekarang Bapak siap kan untuk pergi bergabung dengan wakil direktur yang sudah berada di sana untuk mewawancarai para pelamar.” “Baiklah, aku akan datang ke sana. Berikan aku baju yang baru!” Frans yang saat ini harus double job karena sekretaris Jonathan baru saja keluar setelah dipecat Jonathan sebulan yang lalu karena sifat pemarahnya itu. Dia kini harus mempersiapkan segala keperluan Jonathan termasuk tugas yang baru saja dia perintahkan padanya. Setelah selesai berganti pakaian dengan yang baru karena pakaian sebelumnya yang dia kenakan basah oleh keringat, Jonathan akhirnya keluar bersama Frans menuju ruang tempat berlangsungnya sesi wawancara untuk para pelamar yang lolos tahap seleksi wawancara. Jonathan memandangi deretan kursi panjang yang terisi oleh beberapa pelamar yang mengantri menunggu giliran diwawancarai. Jonathan tidak menemukan gadis yang tadi. Jonathan sedikit kecewa dan menarik napasnya dalam-dalam. Sesi wawancara itu membosankan, karena Jonathan belum menemukan satu kandidat kuat untuk calon sekretarisnya. Yang cukup menonjol dan lumayan ada satu kandidat kuat. Dia masih muda, background pendidikannya juga oke. Selain good looking dia juga terlihat kompeten untuk dijadikan pegawai LLC. Tapi saat ini mereka sedang membutuhkan dua sekretaris. Satu untuknya dan juga untuk wakil direkturnya yang tak lain adalah pamannya Jonathan. Sampai semua peserta diwawancarai Jonathan tidak melihat gadis itu. Keyra HRD yang bertugas memanggil satu persatu pelamar menyebutkan nama terakhir yang belum masuk diwawancarai. “Pelamar nomor terakhir.Saudari Meilani!” panggil Keyra. Jonathan mengerutkan keningnya ketika Keyra menyebutkan nama Meilani. Bukankah nama itu yang tadi digosipkan para pelamar itu. Meilani. Apa dia yang tadi sudah membantuku. Kalau aku tidak salah dengar dia adalah orang yang tidak kompeten dan pernah dipenjara. Jonathan kemudian melihat CV yang sudah berada di tangannya. Itu CV terakhir dan Jo tersenyum sinis ketika melihat fotonya. Dia memang gadis yang tadi.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD