Aku dan Myesha menanti dengan tidak sabar di pinggir jalan, di area yang menurut kami kecelakaan maut itu akan terjadi. Tentu saja mobil kami diparkir dengan aman, bersiap-siap untuk mulai beraksi jika mobil milik orang tua Ansell sudah terlihat. “Aku yakin kecelakaan ini pasti besar sekali. Aku sudah memutus kabel rem mobilnya jadi di jalan menurun seperti ini, mobil mereka pasti kehilangan keseimbangan,” ucap Myesha yang memecah keheningan di antara kami di dalam mobil ini. “Itu bagus karena memang itu yang kita harapkan, bukan? Kecelakaan maut yang akan merenggut nyawa mereka.” Myesha terdiam, dan kulihat dia sedang menatapku lekat. “Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyaku tak suka karena tentu saja aku merasa risih dan tak nyaman ditatap seperti itu olehnya. “Kau benar-benar be

