Aku pulang ke rumah Myesha dengan berjalan kaki karena tidak mungkin dalam kondisi pakaianku yang basah kuyup setelah menceburkan diri ke danau, wajah yang penuh dengan luka akibat digores ujung pisau oleh Ansell, juga kondisi lutut dan siku tangan yang lecet, aku menaiki kendaraan umum. Sudah pasti semua orang akan melihatku, dengan kata lain aku akan menjadi pusat perhatian dan sungguh aku tidak menginginkannya. Beruntung jarak antara gudang tempat aku disekap dan rumah Myesha tak terlalu jauh sehingga aku masih bisa sampai di rumah Myesha dengan selamat walau dengan langkah yang terseok-seok karena pergelangan kakiku yang terkilir rasanya sakit bukan main. “Ashley, apa yang terjadi padamu?” Itu suara Arsen yang baru saja bertanya begitu melihat penampilanku. Aku baru saja tiba di ru

