Cara Licik

1670 Words

Aku dan Shadam membicarakan banyak hal, walau awalnya aku bingung harus membahas apa dengannya, tapi lambat laun aku mulai terbiasa karena dia yang terus melontarkan pertanyaan padaku, aku hanya perlu menjawabnya. Setelah lama berbincang dengan Shadam, kusimpulkan dia pria yang baik dan sopan. Karena berbeda dengan Arsen yang selalu melontarkan kata-kata pedas padaku. Shadam tidak demikian. Nada suaranya ramah saat bicara denganku, dia cukup sopan karena tak bertindak macam-macam atau kurang ajar padaku. Yang dia tanyakan pun hal-hal yang wajar ditanyakan oleh dua orang yang baru saja berkenalan. Walau aku lebih banyak memberikan jawaban palsu untuk beberapa pertanyaan yang dia berikan padaku. Melihat betapa baik dan ramah Shadam, aku jadi tak tega jika harus menghancurkan hidup pria i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD