Aku kembali ke rumah Myesha dengan perasaan campur aduk, sangat merasa bersalah pada Shadam yang tidak memiliki kesalahan apa pun padaku tapi aku sudah menjahatinya. Aku dan Myesha meninggalkan pria itu di kamar dalam kondisi yang sama. Kami bahkan tak membantunya kembali mengenakan pakaiannya, aku yakin saat terbangun dia pasti terkejut bukan main melihat penampilannya yang hampir telanjang itu. Aku sedang berjalan menuju kamar dengan kepala tertunduk, rasanya ingin segera tiba di kamar dan merebahkan diri di ranjang, rasanya lelah sekali walau aku tak melakukan pekerjaan fisik yang berat. “Ashley!” Hingga sebuah suara dari arah belakang tiba-tiba terdengar dan membuatku menghentikan langkah. Aku tahu betul pemilik suara itu adalah Lex, aku pun menoleh ke arahnya. Begitu melihat penam

