Hingga detik ini, aku masih tidak habis pikir kenapa Ansell bisa sebaik itu padaku. Demi aku, dia bahkan berani melawan orang tuanya dan terus membelaku. Lebih memilih aku dibandingkan orang tuanya. Jujur aku masih tersentuh oleh tindakan Ansell di rumahnya tadi walau kini kami sudah meninggalkan rumah itu. Aku dan Ansell masih berada di dalam mobil, keheningan melanda karena kami berdua sibuk dengan pemikiran masing-masing. Ansell yang sibuk mengemudi sedangkan aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Awalnya, kupikir semua manusia itu tak memiliki hati seperti Myesha dan Arsen. Atau seperti pria yang dulu ingin menodaiku ketika aku baru naik ke daratan, tapi sekarang aku mengubah pemikiranku. Ternyata tak semua manusia jahat dan berbahaya. Buktinya masih ada banyak manusia berhati baik cont

