PART 18

2001 Words

Panthana tak mengingkari janjinya kali ini. Sama persis seperti yang dikatakannya tadi pagi pada Bowbow. Begitu bel berbunyi tanda pelajaran hari ini berakhir, dia bergegas membereskan alat tulisnya dan melenggang pergi meninggalkan kelasnya bersamaan dengan teman-teman sekelasnya.  Tempat yang ditujunya adalah perpustakaan sekolah. “Thana, kok kamu dateng ke perpustakaan?” Bowbow yang sedang melayang di sampingnya mengutarakan sebuah pertanyaan. Namun diabaikan oleh Panthana. Di perpustakaan sedang ramai saat ini, dia tidak mungkin melakukan tindakan bodoh berbicara dengan Bowbow yang jelas-jelas tak bisa dilihat oleh orang lain selain dirinya. Dia tidak mau dikira orang gila lagi karena kedapatan tengah berbicara seorang diri.  Langkahnya tegap dengan kedua bola matanya bergulir ke be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD