part 2

1282 Words
" kau selalu saja seperti ini, vi!! " Adamson langsung meraih tubuh vivian, membawa untuk masuk. sungguh kali ini Adamson sama sekali tidak berniat untuk membangunkan vivian yg tampak sangat kelelahan setelah pertemuan panjang mereka dengan tuan joe. "selamat datang bos!! " semua pengawal langsung berjejer menyambut kedatangan Adamson, memberi hormat atas kedatangan sang bos. "apakah anda membutuhkan bantuan untuk membawa nona, bos? " salah seorang dari anak buahnya maju menawarkan diri untuk membantu Adamson membawa vivian, membuat Adamson langsung menghentikan langkahnya menatap anak buahnya itu tajam, membuat seluruh anak buahnya langsung menundukkan kepala mereka karna mendapatkan tatapan tajam dari Adamson. "aku bisa membawanya sendiri, sebaiknya kalian pergi sebelum aku menghabisi kalian semua!! " semua langsung membungkukk dan berlalu pergi, sebelum Adamson benar benar menghabisi nyawa mereka semua. Pagi ini semua berjalan seperti biasanya, Adamson dan vivian yg berada di satu meja makan yg sama. Namun, seperti dua orang yg tidak saling mengenal. "Bagaimana dengan jadwal ku hari ini?? " Adamson mengalihkan pandangannya sebentar sebelum akhirnya ia kembali fokus melahap makanannya. "tidak terlalu padat, hanya saja ada pertemuan dengan channing hari ini untuk membahas masalah kerja samamu dengannya!! " "kau terlihat seperti sudah sangat akrab dengan ceo dari grup flores itu, apakah kau memiliki hubungan yg khusus dengannya? " "kau tidak perlu mengetahuinya, lagi pula ini semua hanyalah sebuah masa lalu. jadi tidak perlu membahasnya lagi!! " vivian terdiam untuk sebentar sebelum kembali melanjutkan ucapannya. "lagi pula semua tentangku tidak ada hubungannya denganmu, sama seperti aku yg tidak boleh mencampuri urusan pribadimu maka kau juga tidak boleh mencampuri urusan pribadiku!! " "jangan mencoba untuk melanggar perjanjian kita sebelunya!! " "baiklah aku mengerti, dan yh lagi pula aku memang tidak peduli dengan hubunganmu dengan presedir dari grub flores itu!! " setelah adamson menyelesaikan ucapannya, ruangan kembali hening hanya ada suara dentikan sendok yg saling beradu. ~~~~~~~~~ "tolong kosongkan semua jadwal ku hari ini, karna aku harus menemani marian untuk berbelanja!! " adamson terus berjalan tanpa berniat untuk menunggu vivian yg tengah berjalan di belakangnya dengan membawa begitu banyak berkas. "apa yg kau katakan?, kau tidak bisa membatalkan janjimu dengan chaning begitu saja!! " mendengar ucapan dari vivian tersebut membuat adamson langsung menghentikan langkahnya. "tenang saja aku akan kembali ketika jam pertemuan itu, kau tidak perlu khawatir!! " "aku tidak akan membuatmu batal untuk bertemu dengan mantan kekasihmu itu!! " setelah menyelesaikan ucapannya adamson langsung berlalu memasuki ruangannya tanpa berniat mendengar kan apa yg akan vivian sampaikan selanjutnya. sedangkan vivian dia hanya bisa terdiam, jujur saja rasanya sangat sakit bagi vivian ketika mengingat bahwa adamson tidak pernah sekali pun mempedulikannya. "tok tok tok" suara ketukan pintu itu membuat vivian tersadar dari lamunannya. "maaf nona ini aku Mia!! " "masuklah Mia!! ". " maaf mengganggu waktu mu nona, tuan yu memanggilmu ke ruangannya!! " "baiklah aku akan segera menemuinya!! " jawab vivian acuh. "baiklah nona aku akan mengatakannya pada tuan yu, jika begitu aku permisi nona!! " setelah menyelesaikan ucapannya Mia bergegas keluar untuk menyampaikan hal itu pada adamson. "cklek" pintu ruangan vivian terbuka, menampakan vivian yg masih sibuk dengan lembaran lembaran kertas yg ada di hadapannya. sehingga vivian sama sekali tidak menyadari bahwa ada orang yg sedang memperhatikannya. "mengapa kau tidak datang ke ruangan ku?? " vivian menghentikan pekerjaannya, kemudian mengalihkan pandangan nya pada adamson. "mengapa kau kemari, bukankah kau ingin mengatakan bahwa kau harus menemani kekasihmu itu untuk berbelanja hari ini?? " "aku pasti akan melakukannya jika saja bunda rosie tidak menelpon ku dan meminta kita untuk berkunjung ke rumahnya!! " "kenapa bunda tidak menelpon ku dan malah menelpon mu?? " vivian menatap adamson dangan wajah yg bertanya tanya. "jangan tanyakan padaku, tanyakan saja hal itu pada bunda!" "baiklah jika memang bunda yg meminta hal itu, aku akan ikut denganmu!! " baguslah jika begitu, bersiaplah!!. aku akan segera kembali!! " ~~~~~~ "selamat datang nona, nyonya sudah menunggu anda di ruang makan!! " para pelayan membungkuk memberi hormat, menyambut kedatangan vivian dan juga adamson. "baiklah Terima kasih, aku akan segera menemui bunda di sana!! " "senang bertemu denganmu, vi!! " rosie langsung bangkit dari duduknya, menyambut kedatangan putri dan juga menantunya. "bunda merindukanmu, vi!! " rosie langsung memeluk tubuh vivian, jujur sudah cukup lama dia tidak bertemu dengan putrinya itu. "vi, juga merindukan bunda" vivian membalas pelukan rosie tak kalah eratnya. "bagaiman dengan hubungan kalian, apakah semuanya baik baik saja? " mendengar ucapan dari bunda nya membuat vivian langsung terdiam, apakah dia harus berbohong kepada bundanya?. vivian juga tidak tau. "yh semuanya baik baik saja, tidak ada masalah!!. lagi pula yu sangat perhatian padaku!! " vivian memalingkan pandangannya, tidak berani menatap ke arah rosie, vivian takut rosie akan sadar bahwa ia berbohong. "baguslah jika begitu, bunda senang mendengarnya vi!! " setelah rosie menyelesaikan ucapannya semua pun kembali hening hanya terdengar dentingan sendok yg saling bersahutan. "bunda rasa sudah saatnya kau dan adamson memberikan penerus untuk keluarga kita!! " setelah keheningan yg cukup lama akhirnya rosie berhasil menyampaikan tujuannya meminta adamson dan juga vivian datang untuk menemuinya. "uhuk uhuk" mendengar ucapan dari sang bunda yg meminta keturunan membuat vivian sangat terkejut hingga tidak sengaja tersendat makanan, untung saja adamson segera membantunya. "aku dan vi pasti akan segera memberikan penerus untuk keluarga yu dan juga hayden!" vivian terdiam mendengarkan apa yg di ucapkan oleh adamson. "baguslah jika begitu, segeralah berikan kabar baik untuk keluarga kita!! " setelahnya hanya ada keheningan, tidak ada satupun yg bersuara. "bunda aku dan yu harus segera pang, masih ada begitu banyak pekerjaan yg harus di selesaikan!! " "tidak bisakah menginap untuk saat ini, bunda merindukan kalian. rasanya sangat. membosankan sendirian di mansion sebesar ini!!" rosie tampak murung, membuat vivian menjadi tidak tega harus meninggalkan bunda nya itu sendirian. "baiklah yu dan juga vi akan menginap untuk malam ini!! " pada akhirnya adamson memutuskan untuk menginap bersama rosie untuk hari itu, adamson mengerti bahwa vivian pasti merindukan bunda nya itu. namun, vivian tidak berani untuk menyanhgupi karna takut dia akan marah. "baguslah jika begitu, bunda akan meminta pelayan untuk merapikan kamarmu!!" "apa yg kau katakan tadi, apakah kau sedang bercanda?? " "bagaiman mungkin kita akan memberikan penerus untuk keluarga hayden dan yu, sedangkan hubungan kita saja seperti ini!! " "jangan memberikan harapan itu pada bunda, aku tidak ingin bunda kecewa jika mengetahui bahwa hubungan kita bahkan sangat jauh dari kata baik baik saja!! " entah mengapa hari ini vivian merasa sangat lelah, vivian sangat lelah menyimpan semua yg ada di dalam kepalanya. hingga akhirnya dia menangis setelah menyelesaikan ucapannya. sedangkan, di lain sisi adamson yg melihat vivian menangis tentu saja tidak tega, jujur adamson tidak pernah ingin menjadi alasan vivian menangis. "aku tidak memberikan harapan!! " adamson berkata dengan gelisah, entah mengapa adamson merasa sangat kepanasan. "jika bukan harapan lalu tadi itu apa yu?, apakah kau sedang berusaha mempermainkan perasaanku?? " tangsi vivian semakin membuat adamson tidak nyaman, dia tidak suka melihat vivian menangis, sedangkan di sisi lain juga adamson merasa sangat gelisah, tubuhnya terasa sangat panas bahkan keringatnya pun sudah mulai bercucuran. adamson mengerti ada yg salah dengan minuman yg diberikan rosie padanya tadi. "bisakah kita membahas hal ini nanti, vi?? " adamson menjawab dengan suara yg tertahan membuat vivian yg awalnya menunduk, mendongakan kepalanya. "apa yg terjadi, mengapa wajahmu memerah, yu?. apakah kau sedang tidak enak badan? " vivian nampak sangat khawatir melihat kondisi adamson saat ini. " tidak ada apa apa, hanya saja aku harus berendam sekarang!! " setelah menyelesaikan ucapannya, adamson langsung berlalu pergi. adamson butuh berendam untuk meredakan nafsunya, dia tidak ingin memaksa vivian. apalagi hubungannya dengan vivian tidaklah seperti hubungan pasangan suami istri pada umumnya, hubungan mereka berdua hanyalah sebuah hubungan di atas kertas. sedangkan di lain sisi vivian malah semakin khawatir dengan keadaan adamson, bagaimana bisa adamson berendam di tengah kondisinya yg tengah demam itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD