29.

1585 Words

Luna tidak ambil pusing akan sikap sang tuan yang seolah antipasti padanya dan langsung menutup korden begitu tatapan mereka bertemu. Luna justru lega karena dengan demikian pria itu tidak akan menggangunya. Gadis itu akhirnya mengakhirinya pekerjaannya di kebun setelah semua rumput liar tercabut serta menyapu daun-daun kering yang berguguran. “Selesai.” Ucapnya lega dengan mengelap keringat yang menetes di pelipis. Setelah selesai membereskan peralatan berkebunnya, Luna lantas pergi dari kebun bunga itu, menyimpan peralatan yang dia bawa ke Gudang alat kemudian masuk kedalam rumah lewat pintu belakang. “Lihatlah! Wajahmu kotor oleh tanah!” suara itu berasal dari seorang pelayan yang sedang menyiapkan makan siang untuk para pekerja rumah besar itu. “Oh, ini pasti karena aku mengelapny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD