63.

1164 Words

Alex sepertinya melarang siapapun untuk masuk ruangan itu dan sepertinya si pemilik ruangan lupa untuk mengunci pintunya hingga akhirnya Gabriel bisa membuka pintunya. Gabriel melangkahkan kakinya masuk semakin dalam ke ruangan itu, menelusuri puluhan canvas milik Alex yang sebagian besar didominasi wajah seorang gadis yang Gabriel ketahui sebagai seorang pelayan di rumah ini. Potret wajah yang digambar dengan berbagai pose, mulai dari pose yang sangat manis diantara hamparan bunga sampai pose erotis dengan hanya berbalut kain tipis hingga lekuk tubuhnya terpampang jelas. "b*****t!" suara Gabriel menggema di ruangan itu, mengeluarkan seluruh emosi yang ada didalam dadanya setelah melihat seluruh koleksi lukisan yang ada di ruangan itu. "Jalang sialan!" makian itu mengalun diiringi deng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD