Jumat siang hari ini terlihat begitu cerah. Selesai kuliah hari ini, Dani dengan riang dan bersemangat menghampiri Elsa yang sedang duduk di dekat taman belakang kelas, tempat favoritnya sambil membaca buku.
"Hallo Elsa Arneta, sudah tidak ada kelas kan?"
"Eh Dani Syahputra, ngagetin aja Kamu tu. Gak ada suara tau taunya di sini. Sudah gak ada kelas kog, Kamu?"
"Aku Tidak ada kelas Sa, Aku dari tadi sengaja nungguin Kamu aja. Hari ini ada acara nggak kamu? ada jadwal kerja?" tanya Dani menyelidik.
"Tidak ada kelas ngapain ke kampus Dan? Tidak nemenin Varel adekmu yang nggemesin itu aja? Kan kasian cuma sama bibi di rumah, pasti kesepian. Nanti Aku kerja, tapi masih jam 7 Dan, ada jadwal di Cafe. Kenapa Dan emangnya?? "
"Berarti ntar sore aja jam 3 aku jemput kamu ya Sa, temenin Aku ya ... " pinta Dani sambil mengepalkan tangan di depan Elsa.
"Tapi Dan, rencana ntar sore Aku mau ke Rumah Sakit. Kamis kemaren gara gara keteledoranku, Aku jadi gak bisa besuk Mama. Gak enak juga sama Mbak dewi, kalo Aku tidak kesana dua hari ini. Maaf ya Dan," jawab Elsa merasa bersalah.
Dengan muka kecewa Dani menunduk sambil memikirka sesuatu. "Keteledoran apa Sa? Ya sudah ... Aku antar aja Kamu ke Rumah Sakitnya ya Sa, biar Aku pergi sendiri tapi setelah ngantar kamu. Aku juga udah lama tidak melihat keadaan Tante Nawang semenjak kita lulus."
"Ah nggak papa Dan, Masalah kecil. Tapi Dan, Aku malah ngrepotin Kamu terus."
"Enggaklah Sa, tidak ada kata repot buat Kamu. Kita kan Pacaran Sa," sambil tersenyum menggoda Elsa.
"Wew pacar dari hongkong? Kamu tau sendiri kan Dan, kalo tidak ada istilah pacaran dari hidupku, kecuali Aku sudah lulus dan kerja. Aku ingin buat Mamaku bangga dulu, dan jadi orang sukses." mata Elsa menerawang keangkasa sambil tersenyum lebar, seolah melihat banyak keindahan di atas sana.
"Iya iya Elsa Arneta, ngomong ngomong sudah berapa kali ya? Aku nembak Kamu? hampir 5 kali pa ya? Satu kali lagi siapa tau dapat hati, eh payung maksudnya untuk meneduhkan hatimu...." wkwkkwk tawa Dani dan Elsa pun terdengar renyah di sekeliling taman.
"Makasih ya Dan, Kamu emang sahabatku yang paling ngertiin Aku. Nanti jam 3 jangan telat, kalo telat Aku tinggal, hehee" Ancam Elsa dengan muka candaan khas nya.
"Iya Sa, mana mungkin Aku berani telat menjemput bidadari hidupku...." heheee goda Dani.
"Halah kamu Dan, yawdah aku duluan ya, mau pulang dulu beres beres rumah, dari kemaren belum sempet Aku beresin."
"Iya Sa, Hati hati yah ... jangan terlalu capek!! Jangan repot repot menyambut Pangeran hidupmu ke rumah." wkwkkwkw suara tawa Elsa dan Dani kembali bergema.
"Kamu lebay Dan. Kalo Aku nggak capek ngak makan Dan, da daaaaahh."
Elsa berjalan pergi meninggalkan Dani yang masih duduk memikirkan sesuatu di dekat kolam.
"Sebenarnya tanpa Kamu berkerja keras, apa yang Kamu inginkan, akan Aku berikan Sa. Semoga nanti Kamu bisa terima Aku ya Sa, Aku bener bener sayang Kamu," ucap Dani lirih bicara pada dirinya sendiri.
**
"Kamu liat baik baik ya! Dia itu targetnya." Sambil mengarahkan pandangannya kepada Elsa, yang sedang berjalan keluar dari kampus, memberi tahu Roy asisten pribadi Kakaknya Vian.
"Baik Mbak Sarah, tapi sepertinya Saya pernah ketemu tapi dimana ya?" sahut Roy sambil mengingat tentang gadis yang di tujuk Adik bosnya itu.
"Kamu kenal Dia?" selidik Sarah.
"Tidak Mbak, hanya sepertinya Saya pernah ketemu, tapi Saya lupa dimana" jawab Roy.
"Oo gitu... namanya Elsa, selain kuliah di sini, Dia katanya juga sambil kerja di dua tempat. Kamu selidiki aja ya, tentangnya sendiri!"
"Baik Mbak Sarah,"
"Dan pria yang duduk di pinggir kolam itu Dani Syahputra, Dialah orang yang di rebut Elsa dari Aku. Jika kamu tau mereka sedang berdua jauhkan, pokoknya tugasmu buat Elsa menjauh dari Dani, kalo perlu buat Dani membenci Elsa. Buat Dia, pergi sejauh jauhnya kalo perlu, mengerti?"
"Iya Mbak, Saya mengerti,"
"Oke"
"Permisi Mbak, Saya ijin dulu,"
Roy berjalan keluar mengikuti Elsa dari jarak aman, sehingga Elsa tak menyadari kalo dia menjadi target Roy laki laki yang mengikutinya.
Selesai obrolannya dengan Roy, Sarah pergi menghampiri Dani yang akan berjalan meninggalkan taman itu.
"Hay Dan... mau kemana? kog kaya terburu-buru."
"Eh Sarah, ini mau pulang, nyiapin acara besok. Besok Kamu datang kan?"
"Oiya, besok ultah Varel ya? Aku udah terima undangannya sore kemaren. Oya, Om danTante udah pulang ke Indonesia Dan?" Sambil melangkah mensejajarkan langkah Dani yang cepat.
"Iya, nanti malam Mama pulang, dia pasti seneng liat Kamu udah tumbuh jadi seorang gadis dewasa gini.." Dani masih menganggap Sarah sebagai sabahat kecilnya yang manja.
"Iyalah Dan, Aku juga kangen banget sama Tante Amara. Sudah lama banget ya Dan, tidak ketemu. Oiya, btw Varel mau kado spesial apa nih Dan dari aku? Temenin nyari yuk!"
"Apa aja Sarah, terserah kamu aja. Varel pasti suka. Dia anak baik. Tapi maaf Sarah, hari ini Aku udah ada janji nganter Elsa." mimik muka Dani terlihat agak sedih mengingat Varel sambil memelankan langkah kakinya.
"Ada apa Dan?"
"Tidak apa apa Sarah, oya doain Aku ya, besok mumpung Papa dan Mama pulang, Aku ingin mengenalkan orang yang spesial di hidupku. Doain aku ya, semoma Papa dan Mama mau menerima. " Sambil mulai menunjukkan senyum penuh harapan.
"Kenalin? bukannya..."
Belum kalimat Sarah selesai Dani memotong kalimat Sarah.
"Iya Sarah, Doain Ya! Semoga besok ada keajaiban, dan Elsa mau menerima Aku. Yah, dadaaa Sarah, Aku duluan ya?" sambil memegang kedua pundak Sarah dan pergi meninggalkannya sendirian.
Sarah tampak lemah berdiri diam seakan tak mampu menggerakkan tubuhnya.
"Sarah..!"
Nita dan Erni yang dari tadi melihat Sarah berdiri cukup lama di lorong kelas, menepuk punggung Sarah dari belakang, berharap kesadaran Sarah kembali.
"Ohhh My God,ini gak boleh terjadi. Pokoknya tidak!!!" teriak Sarah.
"Kenapa Sarah? Kamu ini kenapa?" Tanya nita pada Sarah.
"Aku tidak mau Dani mengenalkan Elsa pada Om dan Tante Syahputra, cukup hanya Aku yang dekat dengan mereka, tidak boleh ada yang lain!"
"Maksud Kamu apa Sarah? Kenapa Elsa yang dikenalin? acara apa?"
"Malam minggu besok ultah Varel, adiknya Dani. Dan Dani berencana mengenalkan Elsa ke Om dan Tante sebagai orang yang spesial. Aku tidak rela gak rela!" wajah Sarah Frustasi.
"Duh, tidak boleh tu Sarah, Kamu harus berbuat sesuatu. Bagaimana caranya agar Elsa tu cewek miskin gak datang ke acara itu, mengerti?" Nita memberi masukan ke Sarah dengan tatapan penuh kelicikan.
"Iya Sarah, apa perlu Kita mengurung Elsa di kamar mandi biar gak bisa datang? Atau menculiknya?xiixixixii" Erni menambahi mengompori Sarah.
Tanpa menjawab perkataan Nita dan Erni, Elsa dengan buru buru mengambil ponsel dan mengirimkan pesan kepada orang yang namanya ada di Handpone itu.
"Kamu awasi target terus , dan pastikan besok sabtu malam, Dia jangan sampai datang ke acara ulang tahun Varel adek Dani. Kalo perlu kamu culik Dia. Mengerti?" pesan itu Sarah sampaikan ke Roy orang yang disuruh mengawasi Elsa tadi.
"Apa? diculik? ". jawab Roy di pesannya kepada Sarah.
"Ya! Pokoknya jangan sampai dia datang!!."
**