Beberapa hari kemudian....
Roger menjemput Fellix di sebuah bandara, Roger sengaja menyuruh Fellix untuk mengunjungi tempatnya, Roger berharap Fellix bisa menjadi partner yang baik bersama Felton.
"Roger, kau semakin berisi setelah tinggal disini rupanya." Ucap Fellix ketika bertemu Roger.
"Aku tidak merasakan itu, apakah itu benar?" Balas Roger hanya tertawa.
Mereka berdua lalu menaiki sebuah taksi dan segera pergi menuju kediaman Felton.
"Oh Roger, itu kau ternyata, masuklah!" Ucap Felton ketika melihat Roger bersama Fellix di depan pintu.
"Masuklah!" Ajakan Felton.
"Perkenalkan, dia adalah teman kepercayaan ku." Ucap Roger menoleh Fellix.
"Fellix." Kata Fellix berjabat tangan.
"Felton." Balas Felton.
"Duduklah! selamat datang di kediaman ku yang tidak terlalu indah."
"Gracia, ambilkan tiga minuman." Ucap Felton kepada salah satu asisten wanitanya.
"Tidak perlu Felton, itu merepotkan mu." Ucap Roger yang melihat bahwa assisten nya juga sibuk membersihkan sesuatu di dapur.
"Tenanglah! Tak apa." Balas Felton mengeluarkan sebungkus rokok dan meletakan di atas meja.
"Felton, aku sengaja menyuruh Fellix untuk datang kesini, aku berharap itu memudahkan kita dalam memulai sebuah bisnis." Kata Roger dan melirik Fellix.
"Jika kau sudah memiliki sebuah bisnis rumah makan, bagaimana jika kita membuka sebuah perhotelan, kurasa di kota metropolitan seperti ini, itu adalah ide yang bagus Roger." Saran Felton, sedangkan Fellix dan Roger mencoba membayangkan.
"Perhotelan?" Tanya Roger dan Fellix bersamaan.
"Ya, itu adalah ideku, bagaimana dengan ide kalian?" Tanya Felton mengelus keningnya.
"Fellix bagaimana menurutmu? Kurasa itu adalah ide yang bagus." Ucap Roger bertanya kepada Fellix.
"Itu ide yang sangat bagus Roger, tapi kau harus tahu, bahwa biaya untuk membuka sebuah perhotelan tidaklah sedikit." Balas Fellix membayangkan bahwa harga material nya saja menghabiskan banyak uang, apalagi interior di dalam hotel tersebut.
"Kau benar Fellix, membuka sebuah hotel tidaklah main-main, tapi itu adalah aset yang besar, dan aku bisa menjamin bahwa hotel yang Roger bangun akan begitu ramai, haii... Ini adalah kita metropolitan." Kata Felton yang sudah paham tentang kota ini.
"Aku juga mengerti apa yang ada dalam pikiran kalian." Kata Felton sejenak berpikir.
"Bagaimana jika kita membuka beberapa kamar terlebih dahulu, katakanlah hanya dua puluh kamar, bagaimana? Apakah itu sedikit mengurangi estimasi biaya kalian?" Tanya Felton mencari solusi.
"Dua puluh kamar." Ucap Fellix terus memikirkan hal yang dikatakan Felton.
"Tenanglah Roger, aku akan membantumu untuk hal ini, hotel ini akan berdiri tetap dengan namamu, aku pasti mencari solusi bagaimana baiknya, aku juga mempunyai banyak teman, untuk harga interior bahkan arsitektur, aku akan membantu semua itu." Ucap Felton dengan sungguh-sungguh ingin membantu Roger.
"Roger kurasa itu adalah ide yang bagus, membuka sebuah perhotelan, kita akan membuka hotel dengan beberapa kamar terlebih dahulu, dan jika hotel itu sudah ramai, kita akan membesarkannya, itu yang ada dalam pikiranku." Saran Fellix yang menyetujui ucapan Felton.
"Itu juga menjadi bagian rencana ku Fellix, sepertinya itu adalah ide yang bagus." Balas Roger terlihat sedikit tak tenang.
"Tuan ini minum nya." Tiba-tiba Gracia datang membawa nampan dan meletakan tiga gelas minuman jeruk di atas meja.
"Terima kasih Gracia." Ucap Felton dan Gracia hanya tersenyum manis.
"Minumlah terlebih dahulu, aku tahu bahwa perjalanan jauh membuatmu lelah Fellix." Felton mengambil segelas jeruk dan meminum nya.
"Kau benar, ayo kita minum ini Roger." Ucap Fellix mengambil minuman tersebut diikuti Roger.
___________*********____________
Haii.. pelan-pelan yaaa untuk alur nya... Hehehe,.. baca terus ya..
Ig: Hes_Ree