Bab 16

1024 Words

BELENGGU Bab 16   Zea berjalan menuju meja bartender,  menghampiri seorang pemuda yang sedang asyik memainkan gelas. Pemuda itu tersenyum, melihat kedatangan Zea. Ia berhenti, menuang bir dingin, dan menyodorkan minuman itu di depan Zea. “Apa kabar, Vicky?” tanya Zea sambil meneguk minuman itu. “Kau datang, Zea? Sudah lama kita tidak bertemu.” “Aku baru kembali, bulan lalu. Aku sangat merindukanmu, Vic.” Zea menyodorkan tubuhnya, yang disambut kecupan hangat bibir pemuda itu. “Ah, bagaimana hubunganmu dengan pria tua itu? apa yang kau dapat?” tanya Vicky terkekeh. Zea tersenyum tipis, mengibaskan tangannya, “dia hanya rongsokan! Benar – benar tidak berguna.” Vicky tertawa, mencubit pipi Zea gemas, “kau mau kembali padaku, sayang?” “Ah, jangan merusak moodku. Aku sedang menjalin h

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD