BELENGGU Bab 15 Demian meraih kunci mobilnya, mengabaikan Mara yang memanggil dengan suara cukup keras. “Demian! mau ke mana?” Demian sama sekali tidak menoleh, ia berlari menuju mobil dan bergegas meninggalkan kantornya. Mara yang terdiam, hanya mampu menatap kepergian Demian. Namun, Mara merasakan sesuatu yang menganjal di hatinya. Ke mana Demian pergi dengan sangat terburu – buru seperti itu? Demian terus melaju, melewati jalanan lurus yang panjang. Ia tidak bisa berpikir jernih, yang ada di dalam kepalanya hanya Zea. Entah mengapa, Demian selalu terbayang – bayang wajah Zea yang terlihat menyedihkan. Terlebih lagi, setelah mengetahui cerita tentang wanita itu. Demian berhenti, merapatkan mobilnya di depan pekarangan kecil rumah itu. Sejenak, ia menatap bangunan sederhana, den

