BELENGGU Bab 14 Jovanca tersenyum, memandang jalanan lurus dengan pohon – pohon berdaun jarum yang berjajar di sisi kanan jalan. Wanita itu membuka kaca jendela mobil, menghirup aroma pohon yang terasa menyenangkan. Sesekali mengumamkan lagu yang diputar Demian. “Demian, kau masih ingat lagu ini?” tanya Jovanca menatap Demian dengan senyum di wajahnya. “Tentu. Aku sering memutarnya saat perjalanan. Ini lagu pernikahan kita. Setiap kali memutar lagu ini, aku ingat saat menikahimu. Aku begitu bahagia, karena akhirnya mendapatkan cintamu, Jovanca.” Demian membalas tatapan istrinya itu, meremas tangannya lembut. “Aku juga bahagia, Demian. Tapi apa yang kuharapkan hingga saat ini belum diberikan.” Jovanca menunduk, memandang ponselnya. “Apa masih belum?” tanya Demian lirih. Jovanca meng

