BELENGGU Bab 21 “Apa Demian pulang terlambat?” tanya Aksa sambil menyesap latte-nya. Jovanca mengangguk, memotong sedikit cake dengan garpu lalu menyuapkannya ke dalam mulut. “Dia bilang ada rapat investor, untuk acara lusa.” “Ah, dia benar – benar pengusaha yang berhasil. Dia tekun dan gigih.” Ucap Aksa, tertawa kecil, “kau hanya akan makan cake?” “Aku tidak lapar, tapi aku hanya ingin makan makanan yang manis.” Jawab Jovanca. “Ya, kau hanya makan makanan yang manis ketika hatimu sedang gelisah, ada apa, Jovanca?” tanya Aksa menatap wanita di hadapannya, yang sekarang tersenyum tipis. “Entahlah, aku bahkan tidak tahu apa yang terjadi. Hanya saja perasaanku tidak nyaman.” “Apa terjadi sesuatu antara kau dan suamimu?” tanya Aksa lagi. “Tidak, kami baik – baik saja. Ah, mungkin ak

