Bab 23

1171 Words

BELENGGU Bab 23   “Dia pulang larut, Aksa,” kata Jovanca tiba – tiba. Aksa yang sedang membungkus obat, menoleh. “Demian?” “Hmm, dia berbohong padaku.” Jovanca berhenti, meletakkan beberapa kapsul ke dalam piring obat, menatap Aksa yang juga menatapnya dengan mata membulat. “Kau tahu sesuatu?” tanya Aksa. “Sebenarnya aku mengirim pesan kepada Mara, dan dia mengatakan kalau Demian sudah keluar dari kantor pukul sepuluh malam, tapi dia sampai di rumah pukul satu pagi.” Aksa terperanjat, hampir saja serbuk obat yang berada di tangannya itu, tumpah. “Mara mengatakan sesuatu?” “Tidak, dia hanya tahu kalau Demian sudah pulang. Ini pertama kalinya, dia berbohong padaku.” “Jangan marah, Jovanca. Kita tidak tahu, apa yang membuatnya pulang selarut itu. Apa kau bertanya padanya?” tanya Ak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD