Miranda mematut cermin. Dia memoles wajahnya dengan make up sedikit tebal namun tidak berlebihan. Pagi yang cerah, dia memilih memakai dress berwarna merah dengan tali spaghetti dipadukan dengan lipstick merah yang membuat semua orang melihatnya akan terpesona pada penampilan Miranda hari ini. “Well, Nona Miranda. Kau ingin menggoda para investor yang datang ke perusahaanmu hingga kau berpenampilan begitu memukau hari ini?” Suara Helen berseru dari arah belakang. Dia berdiri di ambang pintu kamar Miranda. Sejak tadi tatapannya terus teralih pada Miranda yang terngah berias. “Kau sudah datang?” Miranda menatap Helen dari pantulan cermin. Dia tidak menanggapi perkataan konyol sahabatnya itu. “Sudah. Aku tidak mau melewatkan sarapan dengan keluargamu.” Helen mendekat, denan santai dia

