Athes menegak vodka di tangannya dengan kasar. Sudah tiga hari sejak dimana Miranda mengungkapkan perasaan padanya Athes tidak lagi bisa menghubungi Miranda. Beberapa kali Athes berusaha menghubungi Miranda, tapi wanita itu tidak menjawab satupun telepon darinya. Bahkan saat meeting, Miranda sering meminta direktur perwakilan. Wanita itu tidak ingin bertemu dengan Athes. Dan ini benar-benar menyiksa Athes. Awalnya Athes pikir, dia akan biasa saja jika Miranda menghindar. Tapi kenyataannya, wanita itu telah berhasil membuat dirinya tidak bisa tenang. “Tuan Athes, apa anda memanggil saya?” tanya Henrik saat memasuki ruang kerja Athes. “Ya, ada yang ingin aku tanyakan padmau,” jawab Athes dingin. “Ada apa, Tuan?” tanya Henrik sopan. “Apa kau pernah jatuh cinta? Dan apa kau pernah menya

