Athes menegak wine di tangannya hingga tandas. Pikirannya tak henti memikirkan tentang Miranda. Berkali-kali dia berusaha menghubungi wanita itu, tapi tidak ada jawaban. Sejak kemarin kesehatan Miranda drop, Athes memilih memberikan waktu sejenak untuk wanita itu. Dia tidak ingin membuat keadaan Miranda bertambah parah. Karena memang ini semua adalah kesalahannya. Ya, jika saja Athes tidak membohongi Miranda, ini tidak akan pernah terjadi. Dan jika saja, dirinya sejak lama dirinya memutuskan hubungannya dengan Valerie, ini semua tidak akan pernah terjadi. “Tuan Athes.” Henrik berlari menerobos ruang kerja Athes, dengan begitu tergesa-gesa. Terlihat raut wajah Henrik begitu panik dan cemas. “Ada apa, Henrik?” tanya Athes dingin kala melihat kepanikan di wajah Henrik. “Tuan, apa anda su

