Miranda melangkah masuk ke dalam sebuah kafe, tempat di mana dia bertemu dengan Marco. Ya, dia sengaja meminta bertemu disalah satu kafe yang letaknya sedikit jauh dengan apartemennya. Dia tidak ingin Marco mengetahui alamat apartemen pribadinya. Karena memang Miranda ingin menjaga privasi hidupnya. Saat Miranda memasuki kafe itu, dia sudah melihat Marco duduk di ujung sebelah kiri, dekat jendela. Miranda pun langsung mendekat ke arah Marco. “Maaf membuatmu menunggu.” Miranda berucap dengan ramah kala berdiri di hadapan Marco. “Miranda? Kau sudah datang?” sapa Marco dengan senyuman hangat di wajahnya. “Duduklah, tidak enak jika aku duduk dan kau masih berdiri.” Miranda langsung menarik kursi, dia duduk tepat di hadapan Marco. “Tadi ada yang harus aku kerjakan. Jadi aku sedikit terla

