Seminggu kemudian, hari ini Ara sedang tidak ada jadwal sehingga ia memutuskan untuk bertemu dengan Devan untuk membicarakan rencana pernikahan mereka lebih lanjut bersama dengan Dery, adik almarhum Papanya. Dery telah tiba di Jakarta kemarin dan dia menginap di hotel untuk beberapa hari ke depan, ia tidak mungkin tinggal dengan Ara karena Ara hanya tinggal sendiri di apartemennya. Sebenarnya Ara tidak masalah, tapi Dery merasa tidak enak saja. Setelah mandi dan berpakaian rapi, ia mengambil duduk di meja makan bersiap menyantap sarapan yang sudah dipesannya sebelumnya. Drrt drrtt.. Ia melirik ponselnya yang berada di sebelahnya, tangannya tergerak untuk meraihnya, mendapati kontak kekasihnya berada di sana. Senyum kecil sontak tercetak di wajahnya, “Halo Kak, pagi~” “Halo, Pagi juga Ar

