Sesampainya di Flower Kafe yang telah diberitahukan Devan sebelumnya. Ara keluar dari mobilnya sembari menenteng tas kecilnya lalu bergegas memasuki Kafe tersebut. Ketika berada di dalam, ia mengedarkan pandangan ke sekelilingnya dan mendapati Devan yang sedang duduk dengan seorang perempuan. Ia tahu wanita itu adalah Reva walaupun wanita itu duduk dengan posisi membelakanginya. “Maaf aku telat, tapi aku tidak terlambat 'kan?” celetuk Ara hingga dua orang di sana sontak mengalihkan pandangannya pada orang yang baru datang itu. “Eh, Ra kamu sudah datang? Ayo duduk di sini.” Devan menepuk kursi yang berada di sebelah kanannya sementara Reva tampak menyunggingkan senyum tipis dan canggungnya. “Mau pesan makan dulu ngga?” tanya Devan mencoba mencairkan suasana agar tidak terlalu tegang. “Ng

