Drrt drrtt... Ryan yang baru saja keluar dari toilet sontak menghentikan langkahnya ketika mendengar ponsel di saku celananya bergetar, ia pun bergegas mengeluarkan ponselnya, memeriksa siapa yang menghubunginya. “Huh, Devan. Ada apa ya? Kenapa dia menghubungiku?” gumamnya ketika melihat kontak Devan tertera di sana. Ia pun segera menjawabnya. “Halo,” “Halo Kak, maaf menganggu waktumu. Kalau boleh tahu, apa Ara sedang berada di agensi?” Ryan mengernyitkan dahinya, “Loh, kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu tidak ikut menemani Ara tadi pagi?” “Tidak Kak, Hm ... sedang ada kesalahpahaman di antara kami.” “Ohh begitu. Hm, apa kamu sudah coba hubungi Ara lebih dulu?” “Sudah tadi Kak, tapi dia hanya bilang kalau sedang rekaman. Apakah itu benar Kak?” “Iya itu benar. Ara sed

