Setelah dari kamar mandi, Ara kembali ke depan dan mendapati suasana yang sedikit sepi, ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tidak menemukan Devan dan beberapa teman Devan di sana. 'Loh, ke mana orang-orang? Kak Devan juga tidak ada di sini.’ “Ra,” seseorang menepuk pundaknya hingga ia berbalik. “Eh, Vel kamu dari mana?” “Tadi habis dari luar. Oya kamu disuruh ke belakang rumah.” “Siapa yang suruh? Kamu ngga ikut juga?” Dia sedikit merasa aneh karena tiba-tiba disuruh pergi ke belakang rumah. “Udah, pergi aja dulu, nanti aku nyusul. Aku mau ke toilet dulu.” “Oh, ya udah aku duluan ya,” Vela mengangguk dan Ara pun melangkahkan kakinya keluar dari rumah Devan sementara Vela terlihat memasang senyum kecilnya, 'Semoga rencana Kak Devan berhasil.’ Setelah tiba di luar, Ara memut

