Terkejut

1550 Words
Gadis berjalan keluar dari sekolah dengan tangis. Dia tak kuasa membendung air matanya. Sepertinya ada sesuatu yang mendesak dan mengharuskan Gadis untuk segera pulang. Gadis terus mencari angkutan umum namun tak kunjung ada. "Yoga, cepat carikan  aku motor." Suruh Rafi. Beberapa menit kemudian datang satu motor Ninja beserta dua helm. Rafi langsung mengendarainya dan menuju ke arah Gadis berada. "Ayo naik. Aku antar kamu." Ucap Rafi. Gadis melongo sambil melihat ke arah Rafi. Kemudian Rafi membuka kaca helmnya agar Gadis dapat mengenalinya. Gadis yang tak punya pilihan itu lalu memakai helm dan segera naik ke atas motor itu. Rafi melajukan motor itu kemudian bertanya. "Kamu mau kemana?" Tanya Rafi. "Ke rumah sakit, Om." Ucap Gadis. Rafi sudah mengerti dan langsung menuju ke rumah sakit yang di jelaskan oleh Gadis. Rafi memarkirkan motornya dan mengikuti kemana Gadis pergi. Gadis memasuki satu ruangan dan ketika melihat Papanya yang babak belur, Gadis kembali menangis. "Papa." Ucap Gadis masih sesenggukan. "Siapa yang kasih tahu kamu, nak?" Tanya Pak Purnomo. "Maafin Gadis, pa. Seharusnya Gadis gak usah ke sekolah." Ucap Gadis masih belum melepaskan pelukannya. "Keluarga pak Purnomo?" Tanya perawat. "Saya, suster." Jawab Gadis. Dia keluar dan mengikuti Suster itu. "Tolong selesaikan biaya administrasi." Ucap perawat. Gadis langsung menuju ruang administrasi. Dan menanyakan berapa biaya untuk Papanya. Gadis sudah takut karena saat ini dia tidak memegang uang sama sekali. Dia juga tahu kalau papanya sudah tidak ada simpanan. "Atas nama bapak Purnomo ya? Baru saja di lunasi sejumlah satu juta lima ratus ribu." Ucapnya Gadis mengerutkan kening dan kebingungan. "Kalau boleh tahu siapa yang bayar?" Tanya Gadis. "Saya tidak tahu. Dia orangnya tampan pakai jas, gitu aja." Jawabnya. Gadis teringat dengan Om yang mengantarnya tadi. Gadis sudah tahu kalau lelaki itu yang menolongnya. ... Di kantor, Yoga masuk dan menemui Rafindra. "Bos, sepeda motornya harus saya bawa. Tadi saya cuma nyewa punya anak SMA di sana." Ucap Yoga. "Ah, iya. Motornya jangan di kembalikan." Ucap Rafi. "Mana bisa begitu, bos. Kita hanya menyewa." Ucap Yoga. "Maksudku, kamu belikan dia motor baru atau kamu ganti dengan uang. Berikan dia uang tiga kali lipat." Ucap Rafi. Yoga melongo mendengar ucapan Bosnya. Kalau memang Bosnya itu suka pada motor itu, kenapa tidak dia saja yang membeli motor baru. Kadang Yoga tak mengerti dengan jalan pikiran Bosnya itu . "Baiklah Bos." Jawab Yoga setuju Rafindra segera mentransfer uang sejumlah seratus juta ke rekening Yoga. Rafindra tersenyum saat mengingat kejadian tadi. Dia juga penasaran dengan apa yang terjadi. "Bagaimana Yoga? Kamu sudah dapat informasi kenapa Papanya Gadis bisa seperti itu?" Tanya Rafi. "Iya Bos. Penagih hutang datang berniat untuk menyita rumahnya. Mereka memukuli pak Purnomo sampai babak belur dan mereka hanya memberikan tenggang waktu seminggu. Kalau tidak mereka akan kehilangan rumah." Ucap Yoga menjelaskan. Rafindra merasa prihatin atas kejadian itu. Rasanya dia ingin sekali membantu Gadis. Namun dia tak punya alasan untuk melakukan itu. "Yoga, kamu terus awasi keluarga Gadis dan selalu beri tahu aku kabar terbarunya." Kata Rafi. Yoga mengangguk dan mengerti apa yang Bosnya itu inginkan. "Apa Bos menyukai nona Gadis?" Tanya Yoga memberanikan diri. "Hahaha. Tentu saja tidak. Aku hanya berfikir kalau dia itu menarik saja." Ucap Rafi membantah. "Benarkah? Baiklah kalau begitu Bos." Ucap Yoga tak berani menanyakan kembali apa yang diinginkan Bosnya itu. Rafindra membuka ponselnya dan banyak sekali seseorang yang me-ngetag namanya di i********:. Rupanya seseorang mengunggah video Rafi saat menyanyi tadi siang. Rafi membaca semua postingan mengenai dirinya. Banyak yang terkagum-kagum sampai seseorang menemukan akun miliknya. Banyak komentar yang memberikan pujian terhadapnya. Ada pula yang hanya biasa-biasa saja. Dalam hitungan jam Rafi sudah Viral. "Siapa yang mengunggah ini, Yoga?" Tanya Rafi. "Ya, mungkin anak-anak di sana Bos." Ucap Yoga. Rafi kembali memeriksa ponselnya, dan di sana juga banyak yang meng-upload video gadis. Pengikut Gadis yang awalnya masih sepuluh ribu itu tiba-tiba naik drastis menjadi seratus ribu. Kini Rafindra mengerang marah. Dia harus melakukan sesuatu agar Gadis tidak terkenal. Rafi membaca komen para lelaki yang bilang kalau Gadis itu adalah tipe wanita idaman mereka. Bahkan ada yang blak-blakan bilang kalau ada yang siap melamar Gadis. "Yoga. Pokoknya saya gak mau tahu, kalau bisa kamu bikin akun Gadis hilang dan video dia juga. Saya gak mau kalau semua orang melihat dia." Ucap Rafi protektif. Yoga tak habis pikir. Bosnya bilang tidak suka tapi tingkahnya bertolak belakang dengan apa yang dia ucapkan. "Baik, Bos." Ucap Yoga. ... "Dis, coba loe cek i********:. Sekarang loe jadi selebgram gara-gara nyanyi kemarin." Ucap Nina. Gadis mencoba untuk membuka akun ig miliknya, namun entah kenapa tidak bisa. "Lho, Nin. Gue gak bisa buka." Ucap Gadis. "Bentar, Dis. Gue cek dulu." Kata Nina. Nina kemudian mencari akun Gadis namun sudah tidak ada lagi "Wah, Gila. Baru juga jadi selebgram, udah ke blokir aja itu akun. Atau jangan-jangan di hack ya?" Ucap Nina. "Aduh, biarin aja deh. Gue bisa bikin lagi kapan-kapan." Jawab Gadis. "Tapi lumayan lho, followers kamu udah ada seratus ribu lebih." Ucap Nina. "OMG. Beneran naik se-drastis itu?" Tanya Gadis. "Iya , Dis. Loe keren." Kata Nina. Keduanya sedang pergi ke apotik membeli obat papa Gadis. Namun Nina memandang sosok yang familiar di matanya. Terlihat seperti Randy bersama seorang wanita. Sosok itu hilang dan tidak terlihat lagi sekarang. Nina segera menepis pikiran negatifnya. Bisa saja Randy bersama kakak atau saudaranya. Mungkin hanya perasaan Nina saja saat itu. "Berapa pak?" Tanya Gadis. "Tiga ratus ribu, non." Jawab pegawai apotik. Gadis segera membayar dan pergi. "Makasih ya Nin, udah nemenin aku." Ucap Gadis "Santai saja, Dis. Gue tahu kalau yang Loe punya sekarang cuma gue." Ucap Nina. Gadis terenyuh dengan kebaikan yang Nina berikan untuknya. Gadis bersyukur memiliki sahabat sebaik Nina. Wanita itu yang mau menerima segala kekurangan Gadis. Baru berjalan beberapa langkah, Gadis melihat Rafindra yang menaiki motornya di depan sebuah Cafe. Gadis lalu berlari mendekatinya. Nina yang melihat itu lalu mengikuti Gadis. "Om, tunggu Om." Ucap Gadis. Kemudian dengan beraninya Gadis mencegat agar Rafi tidak jadi menghidupkan mesin motornya. "Kamu?" Ucap Rafi. Senyumnya mengembang melihat Gadis ada di depannya. "Om, kemarin Om yang bayarin biaya rumah sakit papaku kan?" Tanya Gadis. "Iya. Kenapa?" Ucap Rafi. "Ya gak bisa gitu, Om. Aku punya hutang dan aku bakalan ganti. Walau sekarang belum ada. Tapi aku janji akan ganti setelah aku kerja, nanti. Mana HP-nya, Om." Ucap Gadis. Rafi menyerahkan HP miliknya. Kemudian Gadis mengirim pesan ke ponselnya agar Gadis bisa memiliki nomer Rafi. "Kalian mau pulang?" Tanya Rafi. "Iya." Jawab Nina. "Ayo naik." Ucap Rafi. "Maksudnya, Om?" Tanya Gadis. "Aku antar. Ini udah mau malam. Enggak baik kalau kalian berdua aja." Ucap Rafi. Keduanya sempat berfikir sejenak kemudian keduanya naik. "Loe dulu, Dis." Ucap Nina. Gadispun mengalah dan terpaksa ada didepan. Kemudian Rafi melajukan motornya menuju kediaman Gadis. "Lho, kok Om tahu rumah Gadis?" Tanya Gadis. Rafindra mengutuk dirinya. Dia terlalu bodoh tanpa bertanya dulu alamat rumah Gadis. Sekarang dia ketahuan. "Kayaknya tadi teman kamu ngasih tahu." Ucap Rafi mengada-ada. "Iya , Dis. Aku pikir masnya gak dengar, ternyata dengar ya mas?" Tanya Nina. Rafi bernafas lega. Dia terselamatkan karena teman perempuan Gadis. Pak Purnomo melihat putrinya datang dan alangkah terkejutnya dia saat melihat pemilik perusahaan tempatnya bekerja ada dirumahnya. "Masuk, pak." Ucap pak Purnomo. Merasa tidak enak, akhirnya Rafindra masuk kedalam rumah sederhana milik Gadis. "Pa, dia kemarin yang sudah bantu biaya rumah sakit papa." Kata Gadis. "Dis, ke warung. Belikan kopi untuk tamunya jangan lupa beli cemilan." Suruh pak Purnomo. Gadis lalu mengajak Nina untuk ikut bersamanya. "Maaf pak. Saya tidak tahu kalau bapak yang kemarin bantu saya. Terima kasih." Ucap pak Purnomo. "Sama-sama pak. Itu kewajiban saya sebagai atasan. Bapak sudah sehat?" Tanya Rafindra. "Alhamdulillah, pak." Jawabnya. "Gadis itu putri bapak?" Tanya Rafi basa-basi. "Iya pak. Pasti bapak gak nyangka kalau saya yang setua ini punya anak yang masih muda. Ceritanya panjang. Sebenarnya anak saya dua. Yang pertama usianya 34 tahun. Jarak dia dengan Gadis 16 tahun. Sayangnya istri saya meninggal ketika Gadis berusia sepuluh tahun." Cerita pak Purnomo membuat Rafi terenyuh. "Kemana anak pertama Bapak?" Tanya Rafi. Air mata pak Purnomo menetes. Dia tak sanggup lagi menahan tangisnya. "Saya kasihan sama Gadis, pak. Hidupnya susah karena kelakuan abangnya yang b***t. Bahkan rumah ini sebentar lagi akan di sita. Tapi anda lihat sendiri. Gadis tetap ceria tanpa ada kesedihan. Bahkan dia tidak malu sama sekali memiliki ayah seperti saya. Kasihan sekali nasibnya." Ujar pak Purnomo panjang lebar. "Setelah ini kalian tinggal dimana pak?" Tanya Rafi. "Saya juga gak tahu." Jawabnya. Rafi berfikir sejenak. Ingin sekali dia menawarkan bantuan pada keluarga itu, tetapi alasan dia nanti tidak masuk akal. "Saya cuma ingin melihat Gadis menikah dengan orang yang tepat. Jadi walau nanti saya harus pergi, saya bisa tenang." Pak Purnomo masih mengeluarkan buliran air mata. "Gadis masih muda, pak. Jalannya masih panjang." Ucap Rafi. "Dia masih muda, pak. Tapi saya sudah tua." Ucap pak Purnomo. "Pak, sebenarnya saya ada yang mau di katakan, tapi Bapak jangan marah." Ucap Rafi. "Apa, pak? Katakan saja." Pak Purnomo menatap dengan serius ke arah Rafi. "Saya sebenarnya tertarik dan suka pada putri bapak. Kalau bapak mengizinkan, saya mau menikahinya." Ucap Rafi Entah keberanian darimana sampai Rafi bisa berkata seperti itu. Dan kini pak Purnomo syok berat. "Bapak bisa memikirkannya. Jangan terburu-buru. Saya juga tidak akan memaksa. Saya tunggu jawaban bapak besok di kantor." Ucap Rafi. Setelah itu Rafi pamit pulang dan meninggalkan pak Purnomo yang masih tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD