Persetujuan

1269 Words
"lho, pa. Kemana Om tadi?" Tanya Gadis. "Maksud kamu, nak Rafi?" Ucap pak Purnomo. "Oh, namanya Rafi." Kata Gadis. "Loe gak tahu namanya, Dis?" Tanya Nina. Gadis tersenyum sambil menggaruk pelipisnya. "Enggak tahu." Ucap Gadis. "Dia sudah pergi. Kamu kelamaan ke warungnya." Ucap Pak Purnomo. "Kan udah gue bilang. Gak usah ke warung pojokan Dis. Loe ngotot sih." Kata Nina. "Soalnya tadi stok kopinya habis. Gadi pergi ke warung yang dipojok sana, pa." Ucap Gadis. "Ya sudah. Kamu bikinin kopi buat papa aja." Suruh pak Purnomo. Keesokan paginya pak Purnomo pergi ke ruang kerja Rafi. Dia sudah mendapat jawaban atas ucapan atasannya itu. "Permisi, pak." Ucap Pak Purnomo. "Masuk saja, pak." Ucap Rafi. Pak Purnomo berdiri dan sedikit menjaga jarak dari Rafi. "Duduk pak. Jangan berdiri." Suruh Rafi. Pak Purnomo akhirnya duduk dan menghadap Rafi. Sementara itu Rafi menutup laptopnya dan menatap ke arah pak Purnomo. "Bagaimana, pak? Sudah ada jawabannya." Kata Rafi bertanya. "Sebenarnya saya mau bicarakan ini, pak. Apa benar bapak mencintai putri saya?" Tanya pak Purnomo khawatir. Rafi berfikir sejenak. Dia tak mampu membohongi dirinya lagi. Dia menyukai Gadis dan dia juga cemburu pada setiap pria yang mencoba mendekatinya. "Saya menyukai anak Bapak. Saya bisa membahagiakannya." Ucap Rafi. "Pak. Dia putri kesayangan saya satu-satunya. Kalau bapak memang mencintainya, saya setuju untuk menikahkannya dengan bapak. Tapi saya punya beberapa syarat." Kata pak Purnomo. Rafi menaikkan alisnya. Dia berfikir kalau pasti pak Purnomo akan memberi syarat tentang harta atau sejenisnya. "Tolong jaga dia dan lindungi dia. Bahagiakan dia dan satu lagi, jangan pernah menduakan dia." Ucap pak Purnomo sedih Rafindra lagi-lagi mengutuk dirinya. Dia sudah berburuk sangka pada lelaki itu. "Hanya itu saja, pak?" Tanya Rafi. "Iya pak. Dan satu lagi. Keputusan ada ditangan anak saya. Saya tidak tahu dia mau menerima itu atau tidak. Tapi saya tidak mau memaksanya." Kata Pak Purnomo. "Baiklah pak. Serahkan masalah itu pada saya. Bapak juga bantu meyakinkan Gadis untuk menerima saya." Kata Rafi. Rafi bangga karena calon mertuanya kini sudah menyetujui keinginannya. Dan kini tinggal Rafi yang harus gerak cepat. Mau tidak mau Gadis harus menjadi miliknya. ... Malam harinya pak Purnomo mencoba berbicara pada Gadis. Dia akan berusaha agar Gadis mau menerima Rafindra. "Gadis. Papa mau bicara nak." Ucap pak Purnomo. "Ada apa, Pa?" Tanya Gadis. "Kemari lah." Suruh nya. Gadis duduk di sebelah pak Purnomo. Gadis mulai menyandarkan kepalanya di bahu lelaki yang sudah tidak muda lagi. "Gadis, kamu ingat tidak saat-saat apa yang paling membahagiakan untuk papa?" Tanya pak Purnomo. "Saat menikah dengan mama." Jawab Gadis seadanya. "Hal yang paling membahagiakan untuk papa itu saat kamu lahir ke dunia. Papa sangat bahagia waktu itu. Kamu menggantikan posisi mama yang selama ini ada nomer satu di hati papa." Kata pak Purnomo. "Papa. Kenapa jadi sedih gini, sih?" Ucap Gadis. "Gadis. Usia papa sekarang sudah 60 tahun. Papa cuma mau kamu menikah secepatnya." Ucapnya. "Papa ngomong apa sih? Gadis gak mau nikah. Gadis maunya kerja biar bisa bantu papa. Biar papa bahagia." Ucap Gadis "Papa khawatir sama kamu, nak. Papa takut kalau hidup papa gak panjang. Kamu nanti sama siapa? Sedangkan Abang kamu itu tidak bisa di andalkan." Kata pak Purnomo. Baru saja di kata, Abang Gadis yang bernama Aris datang dengan beberapa orang. Wajahnya babak belur dan sudah tidak karuan lagi. "Sudah bang. Jangan pukulin gue lagi. Gue udah bawa loe kesini, bang. Lihat di rumah gue udah gak ada apa-apa lagi." Ucap Aris ketakutan. Gadis yang melihat beberapa preman yang datang bersama kakaknya juga ketakutan. Dia bersembunyi di balik tubuh papanya. Kedua preman itu menatap ke arah Gadis dengan tatapan yang tidak biasa. "Siapa bilang Loe gak punya barang berharga. Loe masih punya adik yang cantik. Dan sepertinya dia masih perawan." Ucapnya. Gadis gemetar dan takut saat kedua pria itu mencoba mendekatinya. "Singkirin tangan Loe. Dia jatah gue." Bos dari para preman itu datang. Lelaki paruh baya itu mulai menatap Gadis dari atas sampai bawah. "Kenapa loe gak bilang sih kalau punya adik secantik ini? Kalau loe bilang ama gue, gak mungkin loe babak belur kayak gitu." Kata Bos Karno. "Jangan Bos. Dia adik gue." Kata Aris. "Kalau begitu. Loe mati malam ini. Kecuali Loe mau menyerahkan adik cantik Loe ini." Katanya. "Pak. Jangan pak. Jangan sakiti dia. Dia putri saya dan dia tidak tahu apapun." Kata pak Purnomo bersimpuh di depan Bos Karno. Bos Karno menendang pak Purnomo sampai tersungkur. "Papa.!!" Teriak Gadis memeluk tubuh Papanya dengan tangisnya. "Masuk kamar nak. Kunci pintu dan kamu minta bantuan." Kata pak Purnomo. Awalnya Gadis ragu, kemudian dia berlari ke kamar dan menguncinya. Gadis bingung dan hanya menangis di dalam. Dia tidak tahu harus menelepon siapa. Gadis mulai menelepon Randy kekasihnya. Namun tidak ada jawaban karena memang ini sudah larut malam. Gadis lalu menelepon Nina. Namun juga tidak ada jawaban. Akhirnya Gadis ingat pada Rafi yang menolongnya beberapa kali. Akhirnya Gadis mulai menelepon Rafi. "Ini yang terakhir. Ya Allah, tolong bantu aku. Aku gak tahu harus nelepon siapa lagi kalau dia gak angkat." Gumam Gadis menangis. "Gadis. Ada apa?" Tanya Rafi di seberang telepon. Rafi mendengar Gadis yang sedang menangis dan terisak. "Om. Tolongin Gadis. Di rumah ada preman. Dia mau coba melecehkan Gadis. Papa Gadis ada di luar. Dan mereka memukulinya." Ucap Gadis. Mendengar itu Rafindra naik pitam dan tangannya mengepal. "Kamu ada dimana?" Tanya Rafi. "Papa nyuruh Gadis buat sembunyi di kamar. Kamarnya aku kunci, Om. Sekarang merek coba buat buka kamar Gadis. Aku takut, Om." Kata Gadis. "Kamu tunggu di sana. Lima menit lagi aku sampai." Ucap Rafi. Rafi mengambil jaket dan segera mengendarai motornya. Untung saja jalanan Surabaya mendukung dengan keadaan sepi saat itu. Rafi juga sudah menghubungi Yoga agar membawa beberapa pengawal untuk menyusulnya ke rumah Gadis. Ratindra tiba dan dia melihat Papa Gadis yang tergeletak pingsan dan seorang lelaki yang seumuran dengannya. Rafi duga dia adalah kakak dari Gadis. Rafi segera menuju kamar Gadis dan alangkah terkejutnya dia saat melihat seorang lelaki tua hendak membuka pakaian Gadis dengan paksa. Rafindra menghajar lelaki tua itu dengan amarah. Sedangkan Gadis meringkuk ketakutan. Kedua pengawal lelaki tua itu mencoba menghajar Rafi, namun Rafi bisa menepisnya. Beberapa saat kemudian, pengawal Rafi datang dan menghajar semuanya sampai babak belur. Sedangkan Rafi menghajar pak Karno sampai lelaki itu sempoyongan. "Gadis." Pak Purnomo bangun dan memeluk putrinya. "Papa.!!" Ucap Gadis. Pak Karno dan kedua premannya lari dan meninggalkan kediaman rumah Gadis. "Kalian baik-baik saja, kan?" Tanya Rafi khawatir. Melihat sebagian pakaian Gadis yang sobek, Rafi membuka jaketnya dan memakaikannya pada Gadis. "Terima kasih banyak, pak." Kata pak Purnomo. "Ini di luar kantor, pak. Panggil saya Rafi." Ucap Rafi. "Terima kasih nak Rafi. Kalau tidak ada kamu, saya tidak tahu bagaimana nasib putri saya." Kata pak Purnomo. Gadis terlihat syok dan masih menangis. "Yoga, bawakan kotak P3K yang ada di mobil." Kata Rafi. Setelah itu Rafi mengobati luka Pak Purnomo dan anak lelakinya. Rafi memandang sinis ke arah Aris. Dia tak menyangka kalau lelaki itu membiarkan para preman mencoba menyentuh adiknya sendiri. "Maafin abang, dek." Kata Aris. "Gadis benci sama Abang." Ucap Gadis ketus. Melihat itu Rafindra menjadi gemas terhadap Gadis. "Tega ya, Abang. Bikin kita jadi kayak gini." Kata Gadis. Sementara itu pak Purnomo menatap ke arah Rafindra. Kini dia yakin kalau lelaki itu memang mencintai putrinya. "Sudah diam. Jangan bertengkar." Kata pak Purnomo. "Gadis, dengarkan Papa. Ini penting mengenai apa yang papa bicarakan tadi." Kata pak Purnomo. "Apaan pa?" Tanya Gadis penasaran. "Menikahlah dengan nak Rafi. Papa yakin kalau dia itu lelaki yang tepat untuk jadi suamimu." Ucapan Papanya membuat Gadis syok dan tak percaya. Gadis tak mengerti dengan apa yang di katakan oleh papanya sendiri. Gadis menatap ke arah Rafi dan memberikan tanda pertanyaan yang Gadis tidak ketahui jawabannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD