Puncak dari kasus Merdeka Properti adalah sidang pembuktian klausa 4.1 yang krusial, persis seperti yang Dara antisipasi. Sidang itu dijadwalkan secara daring, memungkinkan Dara untuk hadir, meskipun hanya melalui layar. Pagi itu, Dara mengenakan setelan jas profesionalnya yang dipadukan dengan sarung dan sandal jepit di kaki, siap menghadapi ruang sidang virtual. Ia mengatur laptopnya di bawah Pohon Beringin, dibantu Adnan yang sibuk mengamankan sinyal dari antena parabola kecil yang ia pasang. Ibu menatap Dara, air mata haru. "Kamu terlihat hebat, Ra. Semoga berhasil." "Aku harus berhasil, Bu. Ini bukan hanya untuk karirku, tapi untuk membuktikan bahwa aku tidak salah memilih pulang." Dara membawa laptopnya ke tempat sinyal terbaik: di bawah pohon beringin tua, 'Peri Desa', di mana A

