Setelah berhasil melewati tantangan pekerjaan dan menstabilkan Ayah, Dara mulai membiarkan dirinya bernapas. Hubungannya dengan Ibu semakin erat, dan ia mulai terbiasa dengan ritme desa yang lambat. Sesi kerja kerasnya di malam hari diikuti dengan pagi yang tenang, biasanya ia habiskan untuk berjalan kaki mengelilingi rumah. Suatu pagi, Dara memutuskan untuk berjalan lebih jauh. Ia membawa bekal sarapan dan berjalan menuju ujung desa, ke arah di mana pohon beringin tua yang sering Ayahnya ceritakan dalam dongeng berada. Udara masih dingin, diselimuti kabut tipis sisa embun malam. Saat ia mendekati area lapang di bawah pohon beringin yang rindang itu, ia melihat seseorang. Seorang pemuda sedang sibuk menata beberapa pot bunga dan membersihkan area di sekitar pohon. Pemuda itu tinggi, deng

