Elena melangkah ke sisi meja hidangan, meninggalkan Damian yang masih sibuk mengobrol dengan para rekan bisnisnya. Matanya tertarik pada deretan dessert yang tersusun rapi dan menggoda. Sepertinya yang ini enak, batinnya, lalu mengambil satu dan mencicipinya perlahan. Belum sempat ia menikmati sepenuhnya, sebuah suara menyapa dari samping. “Hei, kita bertemu lagi.” Elena menoleh. Dragon berdiri di sana sambil membawa dua gelas minuman berwarna merah. Ia menyerahkan satu gelas kepadanya. “Eh … Tuan Dragon,” sapa Elena sedikit kikuk. “Di mana kakakmu?” tanya Dragon santai. Elena menelan ludah. Ia tahu betul siapa yang dimaksud Dragon. “Em … Damian sedang di sana,” jawabnya sambil menunjuk ke arah Damian yang tengah tertawa kecil bersama rekan-rekan bisnisnya. Dragon mengikuti arah p

