Bab:19. Satu Kamar

1084 Words

Pagi itu, Elena tersentak saat membuka mata. Tubuhnya terasa ringan terlalu ringan hingga kesadarannya langsung menyentak ketika ia menyadari dirinya hanya terbalut selimut putih tebal. Napasnya tercekat. Untuk kedua kalinya, ia terbangun di ranjang yang sama dengan Damian. Ia mematung, menatap langit-langit kamar, mencoba mengumpulkan potongan ingatan yang tercecer sejak malam tadi. “Astaga … bagaimana bisa aku—” gumamnya lirih. Kenangan itu datang perlahan, lalu menghantam tanpa ampun. Wajahnya menegang. Elena menoleh ke samping, menatap Damian yang masih terlelap, dan amarah kecil pun menyala di dadanya. “Ini semua gara-gara dia,” gerutunya pelan. “Kenapa juga dia memberiku minuman itu sampai aku kehilangan kendali dan … argh.” Dengan kesal, Elena memukul pelan punggung Damian ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD