Seminggu telah berlalu. Hari ini adalah hari kepulangan Elena dari rumah sakit. Damian berdiri di sisi ranjang, menahan napas ketika Elena perlahan bangkit. Tangannya refleks terulur, berniat menopang tubuh Elena yang masih terlihat rapuh. Namun sebelum sentuhan itu benar-benar sampai, Elena menghempaskan tangannya. Gerakannya tidak kasar justru tenang. Dan ketenangan itu jauh lebih menyakitkan. Damian terdiam. Bukan karena marah, melainkan karena ia tahu sentuhan darinya kini hanya akan menjadi luka baru. “Kau belum pulih,” ucap Damian akhirnya, suaranya rendah, ditahan agar tidak terdengar memaksa. “Sebaiknya kau gunakan kursi roda.” Ia mendorong kursi roda mendekat, berharap Elena setidaknya menoleh. Namun Elena sudah melangkah menuju pintu. Langkahnya pelan, sedikit tertatih,

