Bugh! Damian menutup pintu kamar Elena dengan sangat keras hingga dinding seakan bergetar. Kunci berputar cepat, memutus jalan keluar satu-satunya bagi Elena. Elena berlari dengan tangisan pecah, memukul-mukul pintu dengan panik. “Tolong! Siapa pun di luar, tolong buka pintu ini!” jeritnya histeris. “Aku tidak mau tinggal di sini! Aku tidak mau hidup di sisi monster itu! Tolong buka pintunya!” Bugh! Bugh! Bugh! Ia menghantam pintu berulang kali, tak memedulikan rasa perih yang menjalar di kedua tangannya. Luka yang belum sembuh kembali terbuka, darah mengalir, namun Elena seakan tak merasakannya yang ada hanya keputusasaan. Di balik pintu, Damian berdiri mematung. Rahangnya mengeras, napasnya berat. Elena adalah wanita pertama yang berani menyebutnya monster dan meneriakinya tanpa

