Bab 23 : Ketidakjelasan

1211 Words

Kami hanya tinggal menunggu hingga matahari terbenam di ufuk barat. Rena bersikeras untuk menyuruhku beristirahat. Luka tembakan di bahuku masih belum benar-benar pulih. Selain itu juga dia tak bisa berjaga setiap waktu di samping Pak Ivan. Keharusannya untuk tetap dekat denganku kini mulai terasa membatasi pergerakan. Tapi tak perlu khawatir. Lenka dan Maria setia berjaga di sekitar dua orang VIP itu. Tatkala aku meninggalkan ruangan, sempat kuintip bagaimana Maria membuang waktu meladeni tantangan Gicchi untuk bermain catur. Sementara Lenka memilih untuk duduk di kursi paling pojok. Matanya tertutup tanda sedang melakukan semacam meditasi. Punggungnya tegap seraya dagu sedikit terangkat bak berada dalam posisi sempurna. Mata pria itu tertutup rapat meski sedang tak tertidur pulas. Or

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD